Praktik pendidikan di Indonesia selama lima tahun terakhir mengacu pada Kurikulum Merdeka, kurikulum ini menuai berbagai reaksi baik positif maupun negatif dari masyarakat. Beberapa ahli meragukan dasar pemikiran dan kesesuaian penerapannya dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang diklaim sebagai landasan filosofis dari kurikulum ini. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji dasar pemikiran dan landasan filsafat yang digunakan oleh pemangku kebijakan pendidikan saat ini, untuk melihat arah pendidikan Indonesia secara filosofis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi filsafat pendidikan Indonesia dan mengidentifikasi karakteristik yang diharapkan dari pelajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka lebih condong kepada pendidikan umum yang berorientasi pada perkembangan individu dan inovasi daripada pembangunan ekonomi yang bersifat kolektif.
Copyrights © 2024