cover
Contact Name
Giantomi Muhammad
Contact Email
giantomi.muhammad@unisba.ac.id
Phone
+6282118753780
Journal Mail Official
masagi@unisba.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Lantai 2, Gedung Dekanat Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No.24, Tamansari, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40116.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 30476453     EISSN : 30474663     DOI : https://doi.org/10.29313/masagi.v1i1
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung. Penerbitan artikel dimulai pada tahun 2024. Artikel diterbitkan setiap bulan Maret dan November setiap tahunnya. Jurnal ini menyasar kalangan akademisi, guru, mahasiswa dan masyarakat luas yang tertarik melakukan pendalaman penelitian terkait pendidikan karakter. Fokus dan cakupan artikel yang dimuat pada jurnal ini berkaitan dengan pembangunan karakter, pendidikan moral, pendidikan umum, pendidikan nilai, pendidikan kewarganegaraan, karakter dan pendidikan keagamaan, filsafat karakter, serta kajian tasawuf.
Articles 32 Documents
Pengaruh Pembiasaan Sholat Dhuha Terhadap Kedisiplinan Ibadah Siswa Tri Yugo
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3394

Abstract

Pembiasaan sholat dhuha berjamaah sebagai bentuk latihan religius dapat menjadi instrumen yang efektif dalam membentuk kedisiplinan ibadah siswa. Dengan kedisiplinan ibadah yang baik, diharapkan siswa dapat menginternalisasikan nilai – nilai keagamaan dan mempraktekkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari – hari, baik di sekolah maupun di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembiasaan sholat dhuha terhadap kedisiplinan ibadah siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket atau kuisioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi dan dianggap homogen. Sampel diambil dari populasi yaitu siswa SMP KP Baros, dan sampel yang diambil sebanyak 31 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pembiasaan sholat dhuha terhadap kedisiplinan ibadah siswa. Dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05 dan nilai R Square sebesar 0,366 yang menunjukkan bahwa sebesar 36,6% kedisiplinan ibadah siswa (Y) dipengaruhi oleh pembiasaan sholat dhuha (X), maka ho ditolak dan ha diterima.
Antara Tradisi dan Transformasi: Menjelajahi Peran Mata Kuliah Kepribadian dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Di Era Globalisasi Harahap, Sahrona; Pambudi, Sholeh; Nugraha, Fajar
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3436

Abstract

Krisis etika di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan implikasi dari krisis ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dari sampel mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kasus kecurangan akademik, perilaku tidak etis di media sosial, dan insiden bullying serta diskriminasi di lingkungan kampus. Analisis menyimpulkan perlunya pendidikan karakter yang holistik yang mencakup nilai-nilai moral dalam kurikulum akademik untuk mengatasi tantangan ini. Kesimpulannya, upaya kolaboratif dari institusi pendidikan, dosen, dan mahasiswa diperlukan untuk memperbaiki situasi ini dan membangun lingkungan kampus yang lebih etis.
Pengembangan Pendidikan Karakter di Masyarakat Miftahul Huda
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3517

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model pendidikan karakter di masyarakat. Latar belakang ini muncul seiring dengan peran penting karakter dalam membentuk identitas individu dan kemampuan sosialisasi mereka dengan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian adalah untuk menyelidiki potensi pengembangan model pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan memanfaatkan metode studi kepustakaan atau library research. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter mencerminkan cara berprilaku dan berfikir yang menjadi ciri khas setiap individu, memberikan landasan kuat untuk bersosialisasi dengan keluarga, masyarakat, dan negara. Nilai-nilai karakter tersebut bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Dalam konteks pengembangan, model pendidikan karakter dapat diperkuat melalui pendekatan seperti Model PML (Pembangunan Masyarakat Lokal), Model PS (Perencanaan Sosial), dan Model AS (Aksi Sosial). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penguatan model ini bukan hanya meningkatkan pemahaman nilai-nilai karakter, tetapi juga mempromosikan keterlibatan masyarakat dalam membentuk fondasi moral dan etika yang kuat. Dengan demikian, model ini berpotensi memberikan kontribusi positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan nilai-nilai karakter dan berdaya saing tinggi.
Konsep Uswah Hasanah dalam Pendidikan Islam Iwan Sanusi; Andewi Suhartini; Haditsa Qur'ani Nurhakim; Ulvah Nur'aeni; Giantomi Muhammad
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3523

Abstract

Di antara faktor penyebab terjadinya dekadensi moral peserta didik adalah minimnya keteladanan dari orang tua, guru, individu dan komunitas masyarakat, dan para pemimpin. Era supra informasi ini pun memberikan dampak yang cukup signifikan, sebab peserta didik dihadapkan pada peniruan melalui media masa dan elektronik, dan termasuk manusia mempunyai fitrah ghazirah yang cenderung meniru orang lain. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang konsep dan hakikat uswah hasanah dalam perspektif pendidikan Islam sudah menjadi suatu keniscayaan dikuasai yang kemudian diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswah hasanah (keteladanan yang baik) menjadi salah satu komponen inti dalam transformasi konten pendidikan Islam yang berlandaskan pada Q.S. Al-Ahzab: 21 dan hadis bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah Alquran. Uswah hasanah dianggap sebagai metode pendidikan Islam yang paling efektif dan berpengaruh pada kebiasaan, sikap, hingga menjadi tindakan. Urgensi konsep uswah hasanah dalam kehidupan adalah sebagai bukti ketaatan pada Allah dan Rasulullah saw. Dan bangsa yang berperadaban baik dimulai dari individu yang baik. Adapun pengembangan model penanaman nilai karakter melalui peneladanan dapat dilakukan dengan keteladanan dan pembiasaan baik yang disengaja ataupun tidak. Serta, implikasi pedagogi metode uswah hasanah ini  menunjukkan bahwa pendidik adalah pewaris pada nabi, pendidikan adalah uswah hasanah, dan keteladanan itu dimulai dari diri sendiri.  
Nilai nilai sufistik dalam pelayanan paliatif pasien terminal Rumah sakit Islam Siti Khodijah Palembang Pertiwi, Elsa; Apriyanti; Ahmad Soleh Sakni
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3529

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk meneliti nilai-nilai Sufistik yang diterapkan oleh pelayanan Paliatif terhadap pasien terminal di Rumah Sakit Islam Siti Khodijah Palembang. Hal ini dikarenakan orang-orang yang memiliki penyakit kronis atau sudah tahap terminal sangat membutuhkan bantuan moril yang akan menyirami jiwa mereka agar menjadi lebih dekat kepada pencipta serta rido menerima penyakit yang diderita sebagai bagian dari takdir. Penelitian ini bersifat Kualitatif dengan menggunakan pendekatan tasawuf. Data primer berasal dari hasil wawancara terhadap 10 orang pasien dan dua orang tenaga paliatif. Data sekunder berasal dari beragam buku, artikel dan jurnal yang terkait dengan tema penelitian. Semua data diperoleh melalui tiga cara yaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi. Seluruh data tersebut akan dianalisis dengan metode reduction, data display dan conclusion drawing/ verification. Mengalisis data penyajian fakta secara sistematis berdasarkan fakta data yang diperoleh, sehingga dapat mudah dipahami dan disampaikan. Hasil temuan menujukan bahwa pelayanan paliatif yang diberikan kepada pasien penyakit terminal di Rumah Sakit islam Siti Khodijah Palembang menggunakan ajaran Islam di dalamnya terutama nilai- nilai sufistik. Nilai-nilai tersebut antara lain nilai taubat, nilai sabar, nilai tawakkal, nilai ridha, nilai ikhlas, nilai takut (khauf), nilai yakin dan nilai dzikir. Berbagai nilai- nilai sufistik tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Hal ini terlihat dari banyaknya Tingkat kesadaran para pasien terhadap pelayanan paliatif yang diberikan.
Nilai-Nilai Karakter Uswah Hasanah dan Keterampilan Abad 21 Risal Qori Amarullah
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 2 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i2.4026

Abstract

Di era globalisasi, pendidikan harus menggabungkan transfer pengetahuan dengan pembentukan karakter dan keterampilan abad ke 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Nilai-nilai karakter Uswah Hasanah, yang mencakup kejujuran, kesabaran, keadilan, dan tanggung jawab, sangat relevan dalam konteks ini. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi nilai-nilai Uswah Hasanah dalam pendidikan abad ke 21 di Indonesia, menganalisis metode dan strategi yang efektif, serta menyediakan panduan praktis bagi pendidik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, menganalisis literatur relevan untuk memahami integrasi nilai-nilai karakter dan keterampilan abad ke 21. Hasil penelitian integrasi nilai-nilai Uswah Hasanah dalam pendidikan dapat menciptakan individu yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Relevansi Nilai-Nilai Akhlak Dari Kitab Akhlak Lil Banin Dalam Konteks Pendidikan Modern Tri Yugo; Muhardi
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 2 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i2.4408

Abstract

Studi ini mengeksplorasi relevansi nilai-nilai akhlak dari kitab Akhlak Lil Banin dalam konteks pendidikan modern melalui pendekatan penelitian kualitatif dan metode kajian pustaka. Kitab ini menawarkan panduan komprehensif mengenai nilai-nilai akhlak, termasuk adab terhadap orang tua, guru, sesama, serta etika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menganalisis relevansi dan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kurikulum pendidikan modern, kegiatan sosial, dan penggunaan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai akhlak ini melalui pembelajaran formal, program ekstrakurikuler, serta teknologi edukatif dapat memperkuat karakter siswa dan meningkatkan perilaku etis mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, kegiatan keagamaan dan peran guru sebagai teladan penting dalam membentuk lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akhlak yang baik. Relevansi nilai-nilai ini dalam pendidikan modern tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, siap berkontribusi positif di masyarakat. Studi ini menegaskan pentingnya pengajaran nilai-nilai akhlak dalam membentuk generasi yang bermoral dan bertanggung jawab.
Arah Pendidikan Indonesia dalam Tataran Filsafat Pendidikan dan Karakter Riksa Abdillah, Gelar
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 2 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i2.4593

Abstract

Praktik pendidikan di Indonesia selama lima tahun terakhir mengacu pada Kurikulum Merdeka, kurikulum ini menuai berbagai reaksi baik positif maupun negatif dari masyarakat. Beberapa ahli meragukan dasar pemikiran dan kesesuaian penerapannya dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang diklaim sebagai landasan filosofis dari kurikulum ini. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji dasar pemikiran dan landasan filsafat yang digunakan oleh pemangku kebijakan pendidikan saat ini, untuk melihat arah pendidikan Indonesia secara filosofis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi filsafat pendidikan Indonesia dan mengidentifikasi karakteristik yang diharapkan dari pelajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka lebih condong kepada pendidikan umum yang berorientasi pada perkembangan individu dan inovasi daripada pembangunan ekonomi yang bersifat kolektif.
Strategi Penguatan Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Solusi dalam Implementasi di Sekolah Muhamad Arif Nugraha; Dinda Amanda AN; Satria Kharimul Qolbi; Waway Qodratullah S
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 2 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i2.4993

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat pendidikan karakter di era digital, di mana peserta didik dihadapkan pada tantangan moral dan sosial yang kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya dan strategi yang efektif dalam implementasi pendidikan karakter di Indonesia, dengan fokus pada integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum nasional. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang mengkaji berbagai literatur terkait pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum nasional telah berhasil meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai moral, religiusitas, dan kebangsaan. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan orang tua, keterbatasan waktu dalam kurikulum, serta kurangnya pelatihan khusus bagi pendidik. Untuk mengatasi tantangan ini, strategi yang direkomendasikan mencakup peningkatan pelatihan bagi pendidik, pengembangan bahan ajar yang menarik dan interaktif, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan sistematis dalam pendidikan karakter, yang adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi, guna mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan global dengan karakter yang kuat dan bertanggung jawab.
Pendidikan Karakter di Era Globalisasi: Anlisis Perbedaan Karakter Generasi di Daerah Perkotaan dan Perdesaan Gufran Tengku Ali; Ramdani Salam; Rahim Achmad; Putri Adibatur Rohmah
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 2 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i2.5096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan implementasi pendidikan karakter antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, dengan fokus pada Desa Rawajaya dan Desa Gorua Utara di Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penerapan pendidikan karakter antara kedua wilayah. Di Desa Rawajaya, yang mewakili wilayah perkotaan, pendidikan karakter anak cenderung menurun karena pengaruh globalisasi dan kesibukan orang tua. Sebaliknya, di Desa Gorua Utara, nilai-nilai karakter masih terjaga dengan baik berkat keterlibatan orang tua, komunitas, dan lembaga keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan sosial memainkan peran penting dalam pendidikan karakter, di mana masyarakat pedesaan lebih mampu mempertahankan nilai-nilai tradisional dibandingkan masyarakat perkotaan. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga dan masyarakat sangat penting dalam membentuk karakter anak, terutama di era globalisasi saat ini.

Page 1 of 4 | Total Record : 32