The polemic of using anointing oil is still an interesting topic of conversation today. There has been much discussion and argumentation about the use of a certain "anointing oil" by a group or part of God's church. Some of them use the Bible as the basis for the use of this anointing oil, and partly because they just go along without having a clear basis. This research article aims to answer various confusions experienced by Christians regarding the widespread practice of using what is known as anointing oil. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out using the library approach. Judging from the discussion regarding the meaning, manufacture, use and validity period of anointing oil, the research results show that the perspective of the Bible, both the Old and New Testaments, is different from what is understood by some Christians and churches who use it today. As a conclusion of this research, there is no relevance between the use of anointing oil in the Old Testament and the anointing of oil carried out by New Testament Christians and the church today. AbstrakPolemik penggunaan minyak urapan masih menjadi perbincangan menarik sampai saat ini. Ada begitu banyak diskusi dan argumentasi tentang penggunaan “minyak urapan tertentu” yang dipakai oleh sekelompok atau sebagian gereja Tuhan. Mereka memakai Alkitab sebagai dasar penggunaan minyak urapan tersebut, dan sebagian lagi hanya karena ikut-ikutan saja tanpa memiliki dasar yang jelas. Artikel penelitian ini bertujuan untuk menjawab berbagai kebingungan yang dialami orang Kristen terkait dengan maraknya praktik penggunaan apa yang disebut sebagai minyak urapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Pustaka. Dilihat dari pembahasan tentang pengertian, pembuatan, penggunaan, dan masa berlakunya minyak urapan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berbeda dengan apa yang dipahami oleh sebagian orang Kristen dan gereja yang menggunakannya pada masa kini. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, tidak ada relevansi antara penggunaan minyak urapan dalam Perjanjian Lama dengan pengurapan minyak yang dilakukan oleh orang Kristen Perjanjian Baru maupun gereja pada masa kini. Kata Kunci: arti, penggunaan minyak urapan, relevansi
Copyrights © 2024