cover
Contact Name
Semual Rudy Angkouw
Contact Email
jurnalkhamisyim@gmail.com
Phone
+62895395000168
Journal Mail Official
jurnalkhamisyim@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang Jl. Mundu No. 24-26 Bareng Kec. Klojen, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 30324068     DOI : 10.71415
KHAMISYI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani merupakan wadah bagi setiap penulis, peneliti baik para dosen maupun mahasiswa, yang ingin mempublikasikan naskah penelitian dalam bentuk penelitian literature maupun penelitian lapangan. Adapun Fokus dan Scope ruang lingkup KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Meliputi: 1. Teologi Kristen 2. Pendidikan Agama Kristen baik di Gereja maupun di Sekolah 3. Missiologi 4. Kepemimpinan Kristen 4. Etika Kristen 5. Pastoral
Articles 31 Documents
Minyak Urapan dalam Perspektif Alkitab dan Relevansinya pada Masa Kini Ayub Sugiharto
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The polemic of using anointing oil is still an interesting topic of conversation today. There has been much discussion and argumentation about the use of a certain "anointing oil" by a group or part of God's church.  Some of them use the Bible as the basis for the use of this anointing oil, and partly because they just go along without having a clear basis. This research article aims to answer various confusions experienced by Christians regarding the widespread practice of using what is known as anointing oil. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out using the library approach. Judging from the discussion regarding the meaning, manufacture, use and validity period of anointing oil, the research results show that the perspective of the Bible, both the Old and New Testaments, is different from what is understood by some Christians and churches who use it today. As a conclusion of this research, there is no relevance between the use of anointing oil in the Old Testament and the anointing of oil carried out by New Testament Christians and the church today. AbstrakPolemik penggunaan minyak urapan masih menjadi perbincangan menarik sampai saat ini.  Ada begitu banyak diskusi dan argumentasi tentang penggunaan “minyak urapan tertentu” yang dipakai oleh sekelompok atau sebagian gereja Tuhan.  Mereka memakai Alkitab sebagai dasar penggunaan minyak urapan tersebut, dan sebagian lagi hanya karena ikut-ikutan saja tanpa memiliki dasar yang jelas.  Artikel penelitian ini bertujuan untuk menjawab berbagai kebingungan yang dialami orang Kristen terkait dengan maraknya praktik penggunaan apa yang disebut sebagai minyak urapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Pustaka.  Dilihat dari pembahasan tentang pengertian, pembuatan, penggunaan, dan masa berlakunya minyak urapan, hasil penelitian menunjukkan  bahwa perspektif Alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berbeda dengan apa yang dipahami oleh sebagian orang Kristen dan gereja yang menggunakannya pada masa kini. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, tidak ada relevansi  antara penggunaan minyak urapan  dalam Perjanjian Lama dengan pengurapan minyak yang dilakukan oleh orang Kristen Perjanjian Baru maupun gereja pada masa kini.  Kata Kunci: arti, penggunaan minyak urapan, relevansi         
Misi Tuhan Terhadap Panggilan Nabi Yunus dalam Konteks Pendidikan Agama Kristen Jisman Nainggolan
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses God's mission towards the call of the prophet Jonah in the context of Christian religious education, which is one of the interesting stories in the Old Testament. The purpose of this research is to explore God's main purpose in calling the prophet Jonah, Jonah's process in answering the call, and the response of God and the Prophet Jonah to the events that occurred. This research uses qualitative methods with a literature review approach to analyze various relevant literature. The results of this research show that God's call to Jonah was not only to punish the city of Ninevehhis research uses qualitative methods with a literature review approach to analyze various relevant literature.  but also to show God's mercy andgospele to forgive those who repent. This research also examines the implications of Jonah's call to preach the Gospel today, especially in the context of Christian religious education.Penelitian ini membahas tentang misi Tuhan terhadap panggilan nabi Yunus dalam konteks Pendidikan agama Kristen yang merupakan salah satu kisah yang menarik dalam  Perjanjian Lama dan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tujuan utama Tuhan dalam memanggil nabi Yunus, proses Yunus dalam menjawab panggilan tersebut, dan respons Tuhan dan Nabi Yunus terhadap peristiwa yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka untuk menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panggilan Tuhan kepada Yunus bukan hanya untuk menghukum kota Niniwe, namun juga untuk menunjukkan belas kasihan dan keinginan Tuhan untuk mengampuni mereka yang bertobat. Penelitian ini juga mengkaji implikasi panggilan Yunus untuk memberitakan Injil pada masa kini, khususnya dalam konteks pendidikan agama Kristen.Kata kunci: Misi Tuhan, Yunus, Implikasi Panggilan, Pengampunan
Mengembangkan Kecerdasan Kognitif Anak melalui Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Lesmana, Yeffry Hendra; Bilo, Djulius Thomas
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v1i1.4

Abstract

Abstract: Christian Religious Education can increase children's cognitive intelligence, so a Christian Religious Education curriculum is needed that is able to increase children's cognitive intelligence. This research aims to review the extent to which the Christian Religious curriculum is able to contribute to Christian religious education. This research uses qualitative methods that look at the nature of a problem. This research is based on library sources. From the existing problems and using qualitative research methodology, a conclusion was found that a good Christian religious education curriculum will be able to improve children's cognitive intelligence. Keywords : Cognitive Intelligence, Curriculum, Christian Religious Education.  Abstrak: Pendidikan Agama Kristen dapat meningkatan kecerdasan kognitif anak, maka diperlukan sebuah kurikulum Pendidikan Agama Kristen yang mampu meningkatkan kecerdasan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sejauhmana kurikulum Agama Kristen mampu berkontribusi terhadap pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif yang melihat hakekat dari sebuah permasalahan. Penelitian ini didasarkan atas sumber-sumber pustaka. Dari permasalahan yang ada serta memakai metodologi penelitian kualitatif maka ditemukan sebuah kesimpulan bahwa kurikulum pendidikan agama Kristen yang baik akan mampu meningkatkan kecerdasan kognitif anak. Kata Kunci: Kecerdasan Kognitif, Kurikulum, Pendidikan Agama Kristen 
Karakter Pemimpin Kristen yang Ideal Menurut 1 Timotius 4:12 Lindin Anderson; Trio Klaudius Kefas
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article focuses on explaining what the ideal character of a Christian leader looks like based on 1 Timothy 4:12. The book of 1 Timothy was chosen to describe the ideal character of a Christian leader because the Bible character Timothy is an ideal example in displaying the theological side of the character of a Christian leader. The background of this study is based on the fact that the theological values of the character of Christian leaders are increasingly fading and disappearing. This is characterized by a life centered on hedonism, which is dominantly displayed in life practices, the emergence of disputes between leaders, and various problems presented by church leaders. By taking a methodological approach to literature and exegesis on the text of 1 Timothy 4:12. So the results of the description in this study found that the ideal Christian leadership character from the perspective of the book of Timothy is honest, trustworthy, lives a holy life, and has a strong pastoral side that protects and builds the faith of the congregation. This side of the leadership character displayed by the figure of Timothy is a reflection and lesson for Christian leaders today. ABSTRAKTulisan ini berfokus menguraikan seperti apa karakter yang ideal sebagai seorang pemimpin Kristen dari kajian 1 Timotius 4:12. Kitab 1 Timotius dipilih untuk menguraikan keidealan karakter pemimpin Kristen, karena tokoh Alkitab Timotius merupakan percontohan yang ideal dalam menampilkan sisi karakter kepemimpin Kristen yang teologis. Latar-belakang kajian ini teruruai karena secara faktual makin memudarnya dan hilangnya nilai-nilai teologis karakter pemimpin Kristen saat ini. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang berpusat pada hedonisme yang dominan ditampilkan dalam praktik kehidupan, menyeruaknya perselisihan kesesama pemimpin dan berbagai problematika yang ditampilkan para pemimpin gereja. Dengan melakukan pendekatan metologis literatur dan eksegesis pada teks 1 Timotius 4:12. Maka hasil uraian pada kajian ini menemukan, bahwa karakter kepemimpin Kristen yang ideal dari sudut pandang kitab Timotius adalah, jujur, amanah, hidup suci, serta kuat sisi pastoral yang mengayomi dan pembinaan iman jemaat. Sisi karakter kepemimpinan yang ditampilkan oleh figur Timotius ini menjadi refleksi dan pembelajaran bagi para pemimpin Kristen saat ini.  Kata Kunci: Karakter, Pemimpin Kristen, Ideal, I Timotius 4:12
Pandangan Kristologi Mengenai Ketuhanan Dan Kemanusiaan Yesus dalam Kaitan Pendidikan Agama Kristen Tri Supratman Waruwu; Anwar Three Millenium Waruwu; Ruth Judica Siahaan; Junius Michael Najoan; Herman Pakiding
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the christological perspectives on the nature of Jesus as either divine or human and its implementation in Christian education. In the context of Christianity, understanding both aspects is essential for the belief and practice of Christian life. Through qualitative methods, this research gathers data from various sources and finds that understanding the humanity of Jesus, integrating His divinity, and the role of Christian religious teachers in teaching christology are the main focus. The research highlights the implications of christological perspectives on Christian beliefs, emphasizing religious moderation, tolerance, and collaboration among religious communities in a diverse society. Contemporary challenges reinforce the need for deep reflection on Christian beliefs, where Christian religious teachers play a crucial role in guiding students. Integrating the teaching of christology into the Christian education curriculum provides a foundation for shaping the character and morality of future generations through creative and interactive approaches. In essence, understanding the christology of Jesus is not only about faith but also about implementing Christian values in everyday actions. It is important to understand christological perspectives on Jesus and integrate them into Christian education to shape a generation capable of positively applying Christ's teachings in society. Abstrak Artikel ini mengeksplorasi pandangan kristologi mengenai sifat Yesus sebagai Tuhan atau manusia dan implementasinya dalam pendidikan Kristen. Dalam konteks kekristenan, pemahaman tentang kedua aspek ini menjadi esensial bagi keyakinan dan praktik kehidupan Kristen. Melalui metode kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber dan menemukan bahwa pemahaman tentang kemanusiaan Yesus, integrasi kedivinitasan-Nya, dan peran guru agama Kristen dalam mengajarkan kristologi menjadi fokus utama. Hasil penelitian menyoroti implikasi pandangan kristologi terhadap keyakinan Kristen, menekankan moderasi beragama, toleransi, dan kolaborasi antar umat beragama dalam masyarakat majemuk. Tantangan kontemporer memperkuat perlunya refleksi mendalam terhadap keyakinan Kristen, di mana guru agama Kristen memegang peran penting dalam membimbing siswa. Integrasi pengajaran kristologi dalam kurikulum pendidikan Kristen menjadi landasan untuk membentuk karakter dan moralitas generasi penerus, melalui pendekatan kreatif dan interaktif. Artinya, pemahaman kristologi Yesus bukan hanya tentang kepercayaan, tetapi juga tentang implementasi nilai-nilai Kristiani dalam tindakan sehari-hari. Pentingnya memahami pandangan kristologi tentang Yesus dan mengintegrasikannya dalam pendidikan Kristen untuk membentuk generasi yang mampu menerapkan ajaran Kristus secara positif dalam kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: Kristologi, Kemanusiaan Yesus; Pendidikan Agama Kristen
Menghadapi Krisis Rohani: Panduan Konseling Kristen dari Kisah Daud dan Nabal Yusup Heri Harianto
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This topic is explained because spiritual crises often befall the majority of Christians. Therefore, a spiritual crisis is a serious challenge in Christian life because it affects faith as well as emotional and social well-being. This article explores how the story of David and Nabal from 1 Samuel chapter 25 can be used as a guide in Christian counseling for dealing with spiritual crises. The formulation of the question asked is how to overcome a spiritual crisis by referring to the story of David and Nabal. Through hermeneutic text analysis, this paper identifies Biblical principles that are relevant in managing anger, conflict, and moral decisions. The findings in this article explain that David's story, dealing with Nabal's complaints and violations, and Abigail's intervention as mediator offer a practical model for dealing with anger and conflict without violence. Abigail shows the magnitude of forgiveness, desire, and surrender to God. By applying these principles, Christian counselors can provide wise, faith-based support, helping clients in spiritual crises find healing and peace. This journal aims to provide practical guidance integrated with Biblical teachings for Christian counseling in facing and resolving spiritual crises. ABSTRAKTopik ini diuraikan karena krisis kerohanian kerap menimpa mayoritas orang Kristen. Oleh sebab itu, krisis rohani merupakan tantangan berat dalam kehidupan kekristenan karena berpengaruh atas iman serta kesejahteraan emosional dan sosial. artikel ini mengeksplorasi bagaimana kisah Daud dan Nabal dari 1 Samuel pasal 25 dan dapat digunakan sebagai panduan dalam konseling Kristen untuk menangani krisis rohani. Rumusan pertanyaan yang diajukan, bagaimana mengatasi krisis rohani dengan merujuk pada kisah Daud dan nabal. Melalui analisis teks hermeneutik, tulisan ini mengidentifikasi prinsip-prinsip Alkitab yang relevan dalam mengelola kemarahan, konflik, dan keputusan moral. Temuan pada artikel ini menjelaskan bahwa kisah Daud, yang menghadapi penolakan dan penghinaan dari Nabal, dan intervensi Abigail sebagai mediator, menawarkan model praktis untuk mengatasi kemarahan dan konflik tanpa kekerasan. Abigail menunjukkan pentingnya pengampunan, kebijaksanaan, dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, konselor Kristen dapat memberikan dukungan yang bijaksana dan berbasis iman, membantu konseli dalam krisis rohani untuk menemukan pemulihan dan kedamaian. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis yang terintegrasi dengan ajaran Alkitab untuk konseling Kristen dalam menghadapi dan menyelesaikan krisis rohani. Kata Kunci: Krisis Rohani, Kristen, Daud, Pengampunan
Mengimplementasikan Amsal 22:6 dalam Penerapan Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Firmansah, Endik; Rahel, Rahel; Sukrisno, Aji
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v1i1.5

Abstract

This research is motivated by the implementation of an independent curriculum in schools which has received various responses, including agreeing and disagreeing. The author believes that every teacher, especially Christian Religious Education teachers, must be ready for every policy from the government as a form of obedience to the government as God's representative. This research uses a qualitative method which uses several references from books, journals and also past and ongoing phenomena faced by the researcher as a Christian teacher at school. The implementation of an independent curriculum, which researchers understand as a curriculum that places more emphasis on learning patterns that are adapted to students' talents and interests, is not at all contrary to God's Word. Furthermore, after finding this meaning, this research continued by implementing it in the learning process in schools with the hope that every Christian Education teacher in schools can carry out their duties with more spiritual responsibility to God because they see that the implementation of the independent curriculum is not just proof of obedience to the government but also proof from obedience to God. Keywords: Independent Curriculum, Educate Young People, The Right Way. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh diterapkannya kurikulum merdeka di sekolah yang telah mendapatkan berbagai respon antara setuju dan tidak setuju. Penulis berpendapat bila setiap guru secara khusus guru Pendidikan Agama Kristen harus siap kepada setiap kebijakan dari pemerintah sebagai bentuk ketaatan kepada pemerintah sebagai wakil Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan beberapa referensi buku, jurnal dan juga fenomena di masa lampau dan yang masih berjalan yang dihadapi oleh peneliti sebagai seorang guru agama Kristen di sekolah. Penerapan kurikulum merdeka yang dipahami peneliti sebagai kurikulum yang lebih menekankan secara sederhana kepada pola pembelajaran yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa, tidak sama sekali bertentangan dengan Firman Tuhan. Selanjutnya, setelah menemukan makna tersebut, penelitian ini dilanjutkan dengan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di sekolah dengan harapan setiap guru Pedidikan Agama Kristen di sekolah dapat melaksanaan tugasnya dengan lebih bertanggungjawab secara rohani kepada Tuhan karena melihat implementasi kurikulum merdeka tidak sekadar bukti ketaatan kepada pemerintah tetapi juga bukti dari ketaatan kepada Tuhan. Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Didiklah Orang Muda, Jalan Yang Patut
Philosophia Ancilla Theologiae: Memahami Koeksistensi Filsafat dan Teologi dalam Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Agrindo Zandro
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, Christians understand theology as the science that speaks about God and His relationship with man insofar as He is revealed, already existing from the beginning or coming down from heaven as a finished product. This understanding is very wrong. For this reason, this article aims to provide a description of the coexistence between theology and philosophy from the medieval era (Medioevo) which actually gave birth to a stable and solid form of theology. This description is the focus of the purpose of this article. The research method used in the process of writing this article is a qualitative method by applying a literature study. The research of this article found that philosophy has an important role in the process of forming a solid and time-resistant theology so that the adage emerged; philosophia ancilla teologiae and until this modern era, the coexistence of the two cannot be separated because they have permeated each other. AbstrakSecara umum, jemaat Kristen memahami bahwa teologi sebagai ilmu yang berbicara tentang Tuhan dan relasi-Nya dengan manusia sejauh Ia diwahyukan, sudah ada sejak semula atau diturunkan dari langit sebagai barang jadi. Pemahaman seperti ini sungguh sangat keliru. Untuk itu, artikel ini hendak memberikan suatu uraian tentang koeksistensi antara teologi dan filsafat dari zaman abad pertengahan (Medioevo) yang sejatinya melahirkan suatu bentuk ilmu teologi yang mantap dan kokoh. Uraian tersebut merupakan fokus yang menjadi tujuan dari artikel ini. Metode penelitian yang digunakan dalam proses penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan menerapkan studi kepustakaan. Penelitian artikel ini menemukan bahwa filsafat memiliki peran penting dalam proses pembentukan teologi yang kokoh dan tahan zaman sehingga muncullah adagium; philosophia ancilla teologiae serta hingga era modern ini, koeksistensi keduanya tak dapat dipisahkan karena sudah saling meresapiKata-kata Kunci: Filsafat, Jemaat, Iman Kristiani, Medieval, Teologi.
Melawan Money Politics dalam Elektoral: Upaya Mereduksi Kejahatan Politik Masuk Gereja Yonatan Alex Arifianto
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rampant money politics can be an indicator in society that political education and the importance of maintaining a healthy democracy are being degraded. It cannot be denied that money politics has become a new way to gain leadership positions and also an opportunity for society that is in harmony with the needs and reasonable assumptions that money politics has become the right place for prospective leaders to violate the law and norms of truth. Therefore, the church must have integrity in building a congregation with the character of Christian faith, rejecting all political crimes, including money politics. Using qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that money politics and its challenges for the church will continue to exist and can lead the church to commit crimes if it does not teach and provide correct political education. With political teaching and education, church members can automatically reduce the evils of money politics in the church. For this reason, the active role of the actualization of Christianity in politics in a holistic and massive manner in the task of educating and directing church members continues to be carried out as part of national and state life which respects the law and of course protects the good name of the church so that it does not fall into political crimes. Keywords: Money Politics, Electoral Affairs, General Elections, Church Politics, reducing crime AbstrakMoney politics yang merajalela dapat menjadi indikator masyarakat bahwa pendidikan politik dan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat telah mengalami degradasi. Hal itu tidak dapat dipungkiri bahwa adanya money politics sudah menjadi cara baru untuk melenggang dalam tampuk kepemimpinan dan juga kesempatan bagi masyarakat yang selaras dengan kebutuhan serta  anggapan wajar money politics menjadi ajang tepat para bakal calon pemimpin melanggar hukum dan norma kebenaran. Oleh karena itu gereja harus memiliki integritas dalam membangun jemaat berkarakter iman Kristen menolak segala kejahatan agenda politiknya, termasuk money politics. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa money politics dan tantanganya bagi gereja akan terus ada dan dapat membawa gereja dalam tindakan kejahatan bila tidak mengajarkan dan memberikan pendidikan politik yang benar. Dengan adanya pengajaran dan pendidikan politik maka dengan sendirinya warga gereja dapat mereduksi kejahatan money politics dalam gereja. Untuk itu peran aktif dari aktualisasi kekristenan dalam perpolitikan secara holistik dan masif dalam tugas mendidik dan mengarahkan warga gereja terus dilakukan sebagai bagian dari hidup berbangsa dan bernegara yang menghormati undang-undang dan tentunya menjaga nama baik gereja untuk tidak masuk dalam kejahatan politik. Kata Kunci:  Politik Uang, Elektoral, Pemilihan Umum, Politik Gereja, mereduksi kejahatan
Suara Kenabian Habakuk dalam Konteks Gereja Masa Kini Iman Kristina Halawa
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The condition of the world and the church today is characterized by injustice and chaos. Therefore, the church can play a role in addressing issues of social injustice and chaos that plague the global community.  Injustice and chaos are two main issues that characterize the condition of the world today. This phenomenon does not only occur in developed countries even within the church today. In this context, the church as a religious institution has a crucial role in efforts to overcome injustice and bring order to society. This study aims to analyze the conditions of injustice and chaos in the world today and how the church can voice the prophetic voice of Habakkuk as a contribution of the church in dealing with injustice. ABSTRAK Kondisi dunia dan gereja masa kini yang diwarnai  ketidakadilan dan kekacauan. Oleh karena itu gereja dapat berperan dalam mengatasi isu-isu ketidakadilan sosial dan kekacauan yang melanda masyarakat global.  Ketidakadilan dan kekacauan adalah dua isu utama yang mengkarakterisasi kondisi dunia masa kini. Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara-negara maju bahkan didalam gereja masa kini. Dalam konteks ini, gereja sebagai institusi keagamaan memiliki peran yang krusial dalam upaya mengatasi ketidakadilan dan membawa ketertiban dalam masyarakat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kondisi ketidakadilan dan kekacauan di dunia saat ini serta bagaimana gereja dapat menyuarakan suara kenabian habakuk sebagai berkontribusi gereja dalam menghadapinya ketidakadilan. Kajian ini juga menyoroti perlunya kepedulian sosial dan kesalehan sosial dalam iman, serta peran gereja dalam membantu kaum yang tertindas dan miskin.Kata Kunci : Suara Kenabian, Habakuk, Gereja Masa Kini

Page 1 of 4 | Total Record : 31