Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuahkan berbagai kemudahan manusia dalam berkomunikasi. Lebih jauh daripada itu manusia merasa hampa hidup tanpa komunikasi. Ekses dari perkembangan teknologi informasi adalah menyebabkan pola perilaku masyarakat turut mengalami pergeseran baik dari segi budaya etika maupun norma yang ada. Singkat kata potensi terjadinya perubahan sosial sebagai konsekuensi lahir atau berkembangnya teknologi informasi di negara kita sangatlah besar. Kemunculan media sosial yang kini sudah menjadi hal yang umum dalam berkomunikasi memang tak dapat dielakkan lagi. Namun demikian komunikasi di era dijital sekarang ini sudah barang tentu meninggalkan jejak-jejak digital. Di sisi lain jejak digital bisa memberikan pengaruh positif atau sebaliknya. Dari pengaruh positif nama akan terkenal dan bisa menjadi rujukan orang yang memerlukan informasi spesifiknya. Sedangkan yang negatif akan memberikan masalah jika suatu saat ada tulisan atau cuitan yang mengandung SARA yang berujung pada rusaknya reputasi. Tujuan dari studi ini adalah untu mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa tentang jejak dijital. Mahasiswa merupakan kelompok pengguna media sosial yang tinggi dan cukup rentan untuk dipengaruhi. Dalam penelitian ini ditentukan 30 sampel dengan secara insidental. Sedangkan analisisnya adalah deskriptif kuantitatif. Adapun hasilnya adalah 96% responden faham bahwa media sosial sangat memainkan peranan penting terkait dengan jejak digital. 83 % responden juga paham bahwa jejak digital bisa menjadi informasi tersembunyi tentang seseorang. Namun demikian lebih dari separuh responden yaitu 53 % menyatakan tidak setuju jika jejak digital tidak pernah terhapus selama-lamanya.
Copyrights © 2020