Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS DAN PENCEGAHAN PLAGIARISME DI KALANGAN MAHASISWA : STUDI KASUS DI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS YARSI Pranajaya, Pranajaya
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.929 KB)

Abstract

Maksud dari pendidikan adalah bukan saja membentuk dan menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kemampuan (skill) serta kompetensi yang tinggi, tetapi juga kejujuran ilmiah yang penuh.Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan maka kejujuran ilmiah berarti tidak menjiplak karya orang lain atau melakukan plagiarisme Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan maka kejujuran ilmiah berarti tidak menjiplak karya orang lain atau melakukan plagiarisme. Kata Kunci: plagiarisme, pendidikan, teknopoli
PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH MADRASAH ALIYAH JAKARTA PUSAT BERBASIS WEB Pranajaya, Pranajaya; Wicaksono, Hendra; Nurningsih, Siti
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.557 KB)

Abstract

Eksistensi perpustakaan sangat terkait dengan kepentingan para pemangku kepentingannya. Di perpustakaan sekolah hal yang satu tersebut juga terkait dengan kepentingan siswa, guru dan stakeholder lainnya. Oleh karena itu pengelolaan perpustakaan harus dapat dilakukan dengan sebaik mungkin. Sejalan dengan perkembangan atau kemajuan teknologi informasi maka perpustakaan sekolah juga harus dapat mengantisipasinyan dengan cepat. Penggunaan aplikasi perpustakaan seperti SLiMS merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi jika perpustakaan sekolah tidak ingin ditinggalkan para pemangku kepentingannya. Perpustakaan Madrasah Aliyah Jakarta Pusat merasakan kebutuhan akan adanya pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi atau web, karena dengan cara ini maka perpustakaan sekolah ini tetap eksis
Effects of Low Knowledge on Anemia, Weight Gain, and Chronic Energy Deficiency in Pregnant Women Sudarmi, Sudarmi; Pranajaya, Pranajaya; Riyanto, Riyanto
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i2.4350

Abstract

Introduction: High risks of pregnancy, such as anemia, chronic energy deficiency, and hypertension at risk of emergencies, can be prevented. However, its prevalence is still high. This situation is triggered by a low of information and low knowledge of pregnant women. Purpose: This study was to analyze the effect of the knowledge level of pregnant women with the incidence of anemia, chronic energy deficiency, weight gain, and hypertension as a high risk of pregnancy. Method: A cross-sectional study was used to design this study involving 74 pregnant women selected according to inclusion criteria. A questionnaire measuring tool to collect data on the mother's level of knowledge about the high risk of pregnancy and the incidence of high risk of pregnancy: anemia, lack of protein-energy, weight gain, and hypertension. Analysis of bivariate data using a chi-square test with a confidence level of 0.05. Results: Low knowledge in high-risk pregnant women about one-third (34%), anemia 28.4%, chronic energy deficiency 18.9%, weight gain more than 14.9%, and hypertension 8.1%. Low knowledge of pregnant women affects the incidence of high risk of pregnancy with anemia (p=0.013; OR=3.996), weight gain (p= 0.004; OR=13.44), and chronic energy deficiency (p=0.012; OR=3.778). Meanwhile, the incidence of hypertension does not indicate any association (p = 0.084) Conclusion: Less knowledgeable pregnant women contribute to an increased incidence of high-risk pregnancy and pregnancy complications. Efforts to educate about high-risk and pregnancy complications need to be increased by innovating the development of easy and affordable educational methods, such as online media to increase maternal knowledge. Latar belakang: Risiko tinggi kehamilan, seperti anemia, kekurangan energi kronik dan hipertensi berisiko mengalami kegawatdaruratan, dapat di cegah. Namun, kenyatannya prevalensinya masih tinggi. Keadaan ini dipicu oleh kurang informasi dan pengetahuan kurang pada ibu hamil. Tujuan: Studi ini untuk menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia, kekurangan energi kronis, peningkatan berat badan, dan hipertensi sebagai risiko tinggi kehamilan. Metode: Studi cross sectional digunakan sebagai desain penelitian ini yang melibatkan 74 ibu hamil yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Alat ukur kuesioner untuk mengumpulkan data tingkat pengetahuan ibu tentang risiko tinggi kehamilan dan kejadian risiko tinggi kehamilan: anemia, kekurangan energi kronik, penambahan berat badan dan hipertensi. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 0,05. Hasil: Pengetahun rendah pada ibu hamil risiko tinggi sekitar sepertiga (34%), mengalami anemia 28,4%, kekurangan energi kronik 18,9%, penambahan berat badan lebih 14,9%, dan hipertensi 8,1%. Pengetahuan rendah ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian risiko tinggi kehamilan dengan anemia (p=0.013; OR=3.996), kenaikan berat badan (p=0.004; OR=13.44) dan kekurangan energi kronik (p=0.012; OR=3.778). Sedangkan, kejadian hypertensi tidak menunjukkan ada hubungan (p=0.084). Simpulan: Ibu hamil yang berpengetahuan kurang berkontribusi pada kejadian peningkatan kejadian risiko tinggi kehamilan dan komplikasi kehamilan. Upaya edukasi risiko tinggi dan komplikasi kehamilan perlu ditingkatkan dengan inovasi pengembangan metode edukasi yang mudah dan terjangkau, seperti media online untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
Pemahaman Jejak Digital Di Kalangan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Yarsi Pranajaya, Pranajaya
Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset dan Inovasi Teknologi) Vol 4, No 1 (2020): SEMNAS RISTEK 2020
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/semnasristek.v4i1.2576

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuahkan berbagai kemudahan manusia dalam berkomunikasi. Lebih jauh daripada itu manusia merasa hampa hidup tanpa komunikasi. Ekses dari perkembangan teknologi informasi adalah  menyebabkan pola perilaku masyarakat turut  mengalami pergeseran baik  dari segi budaya etika maupun norma yang ada. Singkat  kata potensi terjadinya perubahan sosial sebagai konsekuensi lahir atau berkembangnya teknologi informasi di negara kita sangatlah besar. Kemunculan media sosial yang kini sudah menjadi hal yang umum dalam berkomunikasi memang tak dapat dielakkan lagi. Namun demikian komunikasi di era dijital sekarang ini sudah barang tentu meninggalkan jejak-jejak digital. Di sisi lain jejak digital bisa memberikan pengaruh positif atau sebaliknya. Dari pengaruh positif nama akan terkenal dan bisa menjadi rujukan orang yang memerlukan informasi spesifiknya. Sedangkan yang negatif akan memberikan masalah jika suatu saat ada tulisan atau cuitan yang mengandung SARA yang berujung pada rusaknya reputasi. Tujuan dari studi ini adalah untu mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa tentang jejak dijital. Mahasiswa merupakan kelompok pengguna media sosial yang tinggi dan cukup rentan untuk dipengaruhi. Dalam penelitian ini ditentukan 30 sampel dengan secara insidental. Sedangkan analisisnya adalah  deskriptif kuantitatif. Adapun hasilnya adalah 96% responden faham bahwa media sosial sangat memainkan peranan penting terkait dengan jejak digital. 83 % responden juga paham bahwa jejak digital bisa menjadi informasi tersembunyi tentang seseorang. Namun demikian lebih dari separuh responden yaitu 53 %  menyatakan tidak setuju jika jejak digital  tidak pernah terhapus selama-lamanya.
Analisis Implementasi Kebijakan Swasembada Gizi dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Lampung Selatan Anita, Anita; Aprina, Aprina; Sudarmi, Sudarmi; Rusyantia, Anggun; Pranajaya, Pranajaya; Astuti, Titi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13979

Abstract

ABSTRACT South Lampung Regent's Instruction Number 2 of 2020 through the Gerakan Swasembada Gizi as an effort to reduce stunting in 2018-2021 which must be implemented in all areas of South Lampung Regency. The aim of this research is to analyze the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi Policy in efforts to prevent and overcome stunting in the South Lampung district. This was a qualitative descriptive study with a research instrument using a semi-structured interview guide. Data analysis was conducted using a deductive coding approach based on Grindle's theory, namely, policy content and context. In-depth interviews were conducted with eight regional apparatus organization (OPD) participants as key informants. Method triangulation was carried out by conducting Focus Group Discussions (FGD) in three policy-implementing groups at the community health center and sub-district levels with a total of 15 participants, and also an in-depth interview with seven village midwives, posyandu cadres, and parents with children at risk of stunting. The results show that all OPDs have the same understanding of the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi policy. Technical instructions for implementing policies at the district level have been prepared well through a good practice book on efforts to accelerate stunting reduction. Obstacles that still arise are the absence of integrated program SOPs to increase a uniform understanding of the main duties and functions, no integration of integrated data from 64 stunting indicators spread across various OPDs, and rejection and perception of stigma among parents with children at risk of stunting, which causes decreased access to health services. Policy recommendations are provided regarding the need for integrated stunting data management, the need to create SOPs related to the integrated Gerakan Swasembada Gizi program, optimizing regional apparatus and cadres in implementing the Gerakan Swasembada Gizi, and optimizing behavior change campaigns. Keywords: Policy, Gerakan Swasembada Gizi, Prevention, Stunting  ABSTRAK Instruksi Bupati Lampung Selatan Nomor 2 Tahun 2020 melalui Gerakan Swasembada Gizi sebagai upaya penurunan stunting tahun 2018-2021 yang wajib dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kebijakan Swasembada Gizi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan panduan wawancara semi-struktur. Analisis data dengan pendekatan koding secara deduktif berdasarkan teori Grindle yaitu isi dan konteks kebijakan. Wawancara mendalam dilakukan pada 8 partisipan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai informan kunci. Triangulasi metode dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) pada tiga kelompok pelaksana kebijakan di tingkat puskesmas dan kecamatan dengan total 15 partisipan, serta wawancara mendalam pada 7 orang perwakilan bidan desa, kader posyandu dan penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh OPD sudah memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan kebijakan swasembada gizi. Petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan di tingkat Kabupaten telah disusun dengan sangat baik melalui buku praktik baik upaya percepatan penurunan stunting. Kendala yang masih muncul adalah belum adanya SOP program terintegrasi untuk dapat meningkatkan pemahaman yang seragam terkait tupoksi; belum adanya integrasi data terpadu dari 64 indikator stunting yang tersebar di berbagai OPD; serta masih ada penolakan dan persepsi stigma pada orangtua dengan anak beresiko stunting yang menyebabkan menurunnya akses ke pelayanan kesehatan. Rekomendasi kebijakan diberikan terkait perlu adanya manajemen data stunting yang terintegrasi, perlu dibuatnya SOP terkait program terpadu Swasembada Gizi, mengoptimalkan perangkat daerah beserta kader dalam pelaksanaan gerakan Swasembada Gizi serta mengoptimalkan kampanye perubahan perilaku. Kata Kunci: Kebijakan, Swasembada Gizi, Pecegahan, Penanggulangan, Stunting
Revitalisasi Perpustakaan SMK Bina Pangudi Luhur Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Kangko, Danang Dwijo; Pranajaya, Pranajaya; Wardiyono, Wardiyono
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i1.15041

Abstract

The use of information and communication technology (ICT) in libraries is mandated by Law No. 43 of 2007 on Libraries. Unfortunately, many school libraries find it difficult to carry out this mandate. The SMK Bina Pangudi Luhur Library is one of them. Revitalizing the SMK Bina Pangudi Luhur Library aims to provide information access and library services based on information and communication technology (ICT). This community service activity method is carried out in three stages, preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage was carried out by analyzing the needs of the SMK Bina Pangudi Luhur Library. The implementation stage includes installing computer hardware and software, online and offline training, and data entry for the collection of the SMK Bina Pangudi Luhur Library. The evaluation phase includes evaluation and mentoring activities. The result of this community service activity is the availability of an automated library management system based on the School Integrated Library System and Barcode System. This activity has also succeeded in adding to the availability of digital information sources in electronic school books and electronic folklore books that can be accessed through devices at the SMK Bina Pangudi Luhur Library. Teachers and employees also gained new knowledge about library management based on the School Integrated Library System and Barcode System. It can be a provision for running library operations by utilizing information and communication technology (ICT).