Gizi adalah salah satu parameter dalam menilai keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu negara untuk menciptakan sumber daya manusia yang bermutu. Stunting merupakan gangguan dimana laju pertumbuhan pada anak sehingga pertumbuhan tinggi badan dan berat badan pada anak terhambat akibat kekurangan gizi. Balita yang menderita stunting tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan pada fisik, melainkan dapat mengakibatkan anak mudah terserang penyakit, gangguan perkembangan pada otak dan kecerdasan yang mengakibatkan menurunnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Frekuensi prevalensi stunting di Indonesia naik setiap tahunnya terbukti pada tahun 2019 prevalensi stunting pada balita mencapai 35,6% dan pada tahun 2020 sebesar 36,8% Oleh karena itu, permasalahan stunting merupakan permasalahan yang serius dan pemerintah Indonesia harus segera menangani masalah ini. Penanganan stunting yang cepat dan tepat dapat memperlambat pertumbuhan stunting. Data yang diperoleh melalui BPS pada tahun 2018-2022 ditemukan balita yang mengalkami gizi buruk ataupun tinggi badan tidak sesuai dengan usianya dan belum adanya penanganan seperti clustering provinsi yang tepat untuk menanggulangi stunting dan dapat menekan laju pertumbuhan stunting yangkian meningkat. Algoritma yang digunakan pada penelitian ini adalah single linkage dan complete linkage dengan data 34 provinsi di Indonesia dan 11 indikator yang menjadi acuan. Hasil pada penelitian ini menghasilkan 2 cluster dengan cluster 1 beranggotakan 6 provinsi dan cluster 2 beranggotakan 24 provinsi. Algoritma complete linkage menjadi algoritma terbaik dibandingkan algoritma single linkage dengan nilai korelasi chopenetic sebesar 0,8608356.
Copyrights © 2024