adalah makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi karena mengandung hampir semua zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tingginya kandungan gizi pada susu merupakan pemicu terjadinya kerusakan. Faktor penyebab kerusakan susu dapat meliputi faktor kimia, fisik dan mikrobiologi. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan dan pengawetan untuk memperpanjang daya simpan susu pasteurisasi. Pengolahan susu segar memerlukan mutu susu yang baik seperti susu segar yang disajikan dalam bentuk susu pasteurisasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan level temu putih sebagai antioksidan dan nilai organoleptic pada susu rekontitusi yang dipasteurisasi. Penelitian ini bertempat Di Laboratorium Terknologi Hasil Ternak Universitas Hasanuddin Kec. Biringkanaya, Kota Makassar Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penambahan temu putih P0=kontrol, P1=10% ekstrak temu putih, P2 =15% ekstrak temu putih, P3= 20%ekstrak temu putih. Paramemeter yang diukur pada penelitian ini adalah antioksidan, dan uji organoleptik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan temu putih pada susu sampai dengan level 20% berpengaruh nyata terhadap antiosidan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap rasa, tekstur, warna dan aroma.Keywords : Temu putih (Curcuma zedoaria), antioksidan, susu rekontitusi, pasteurisasi
Copyrights © 2024