LatarBelakang Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang disebabkan adanya plak yang menumpuk di dalam arteri koroner yang mensuplai oksigen ke otot jantung. Penyakit ini termasuk bagian dari penyakit kardiovaskuler yang paling umum terjadi.satu pemeriksaan radiologi intervensi vascular yang sering dilakukan adalah coronary angiography adalah tes standar untuk penyempitan dan penyumbatan pemuluh darah. Seperti prosedur invasif lainnya, terdapat kontra indikasi spesifik terkait prosedur pemeriksaan dan kondisi pasien dan Kateterisasi Jantung (Coronary Angiography) merupakan salah satu prosedur diagnostik bersifat invasif yang digunakan untuk mendiagnosis Penyakit jantung coroner. Banyak gangguan jantung yang harus diselesaikan dengan tindakan operasi, seperti penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, kelainan katup maupun tumor dalam ruang jantung. Salah satu jenis operasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah obstruski atau stenosis koroner adalah Coronary Artery Bypass Graft (selanjutnya disebut CABG) yaitu konstruksi jalur (conduits) baru antara aorta (atau arteri mayor lainnya) dan bagian arteri yang mengalami obstruksi atau stenosis. Jadi CABG adalah membuat jalan pintas untuk mengatasi akibat dari obstruksi atau stenosis arteri pada otot jantung agar area jantung yang mengalami infark akibat kekurangan oksigen dapat diatasi. Jalan pintas biasanya menggunakan vena saphena dan arteri mamaria interna dari kliennya sendiri. Metode: Penelitian ini merupakan litelature review, dimana Explorasi litelatur dilakukan dalam berbagai database dengan kata kunci seperti Coronary Angiograhy”, Post Coronary Artery Bypass Grafting (CABG). dll. Sumber referensi yang digunakan dalam penyusunan ini artikel ini meliputi google scollar, serta artikel dalam jurnal ilmiah bahasa inggris maupun berbahasa Indonesia. Hasil: Pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) pada klinis Post Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) melibatkan persiapan pasien, persiapan alat, tim medis, prosedur pemeriksaan, perawatan pasca-tindakan, gambaran hasil pemeriksaan, serta peranannya dalam pengelolaan CABG.Persiapan pasien melibatkan edukasi pasien tentang prosedur, puasa sebelum pemeriksaan, pemeriksaan fungsi ginjal, penyesuaian obat-obatan, persiapan akses vaskular, diskusi tentang zat kontras, dan pemantauan vital. Pasien CABG memerlukan perhatian khusus dalam persiapan ini.Persiapan alat mencakup meja kateterisasi yang stabil, sistem pencitraan fluoroskopi, berbagai jenis kateter, zat kontras yang sesuai, peralatan resusitasi, medikasi pra-prosedur, dan peralatan hemostasis.Tim medis yang terlibat dalam pemeriksaan CABG pada pasien CABG melibatkan kardiolog intervensi, radiologic technologist, perawat kateterisasi, teknisi kateterisasi, dan personel dukungan tambahan seperti tim anestesi dan tim resusitasi.Prosedur pemeriksaan mencakup persiapan pasien, akses vaskular, pemasukan kateter ke arteri koroner, evaluasi dan penggambaran arteri koroner, serta penyelesaian prosedur.Perawatan pasca-tindakan mencakup pemantauan hemodinamik, pemeriksaan tempat akses, mobilisasi bertahap, hidrasi, pemantauan reaksi terhadap zat kontras, edukasi pasien, dan tindak lanjut dengan kardiolog.Gambaran hasil pemeriksaan dapat menunjukkan arteri koroner normal, penyempitan arteri, penyumbatan total, pembentukan arteri kolateral, dan disfungsi ventrikel kiri.Pemeriksaan CAG memiliki peran penting dalam deteksi penyakit arteri koroner, penilaian pre-operatif, penentuan terapi, evaluasi kolateral, dan penilaian disfungsi ventrikel kiri pada pasien Post CABG.Pemeriksaan CAG pada pasien Post CABG memerlukan persiapan yang cermat dan melibatkan kolaborasi tim medis yang terkoordinasi dengan baik untuk memberikan hasil yang optimal dan kontribusi yang signifikan dalam manajemen CABG. Kesimpulan: Prosedur pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) pada pasien post-CABG memberikan informasi penting tentang keberhasilan operasi, fungsi graft koroner, dan kondisi pembuluh darah koroner. CAG memfasilitasi pengawasan secara langsung terhadap aliran darah, mengidentifikasi stenosis, dan membantu merencanakan tindakan intervensi jika diperlukan. Pemeriksaan ini mendukung upaya pemulihan optimal dan manajemen jangka panjang bagi pasien yang telah menjalani CABG, membantu tim medis merinci strategi pengobatan yang paling efektif untuk memastikan kesehatan kardiovaskular yang optimal.
Copyrights © 2023