Latar Belakang Masalah: Nyeri persalinan merupakan komplikasi persalinan yang dialami 53,5% ibu bersalin dengan kelahiran hidup. Nyeri yang kuat dan tidak tertahankan dapat menimbulkan gangguan sirkulasi uteroplasenta, iskemia uterus dan bahkan hipoksia janin. Untuk itu perlu diperhatikan penanganan atau manajemen pengelolaan nyeri. Kompres hangat yang digunakan dalam hidroterapi memberikan efek vasodilatasi lokal yang dapat meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi sensasi nyeri akibat stres ototTujuan : untuk mengetahui pengaruh hidroterapi kompres hangat terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase aktif Di RSUD Kudungga Sangatta.Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pre-eksperiment one grup pretest–posttest desain. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 26 orang. Instrumen mengggunakan SOP Hidroterapi Kompres hangat dan lembar observasi numeric rating scale (NRS). Data dianalisis dengan uji Wilcoxon .Hasil: Dari 26 responden sebelum pemberian hidroterapi kompres hangat, sebagian besar mengalami nyeri berat sebanyak 17 orang (65,4%) dan sesudah pemberian hidroterapi kompres hangat 2 orang (7,7%) mengalami nyeri berat 22 orang (84,6%) mengalami nyeri sedang dan 2 orang (7,7%) mengalami nyeri ringan.Simpulan: dari penelitian ini didapatkan nilai p <0,001 yang berarti ada pengaruh hidroterapi kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RSUD Kudungga Sangatta.
Copyrights © 2022