Perkembangan teknologi yang pesat mendorong masyarakat untuk beradaptasi dalam aktivitas sehari-hari dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan efektif. Salah satu inovasi di bidang administrasi adalah Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), yang memungkinkan pembuatan data kependudukan secara cepat dan akurat di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah pusat, melalui Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, meluncurkan identitas kependudukan digital sebagai bentuk digitalisasi dokumen kependudukan yang dapat diakses melalui aplikasi di ponsel. Meskipun aplikasi ini memudahkan masyarakat, beberapa pengguna masih menghadapi kendala, terutama terkait keamanan data. Sebagai solusi keamanan, teknologi pengenalan wajah berbasis machine learning menjadi opsi potensial dalam memastikan identitas digital yang lebih aman. Teknik seperti Convolutional Neural Networks (CNN) terbukti efektif dalam mengenali fitur wajah, memungkinkan sistem untuk mengidentifikasi individu dengan akurasi tinggi, terutama dalam konteks keamanan. Namun teknologi ini menghadapi tantangan, seperti variasi pose, pencahayaan, dan ekspresi wajah, yang mempengaruhi kinerja sistem pengenalan wajah. Studi ini mengkaji pentingnya evaluasi model pembelajaran mesin, seperti akurasi dan recall, untuk memastikan efektivitas sistem dalam mendeteksi dan mencegah akses yang tidak sah. Dalam masyarakat, pemerintah memiliki tanggung jawab memberikan layanan optimal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Optimalisasi informasi teknologi diharapkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, memperkuat peran aparat
Copyrights © 2024