Latar belakang: Faktor kinerja salah satu metode penentu dalam pengukuran dan evaluasi kinerja dalam meningkatkan deteksi kasus baru TBC. Tingginya angka kejadian TBC mengharuskan tenaga kesehatan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi beban penyakit. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti bermaksud melakukan penelitian mengenai tindakan petugas kesehatan dalam meningkatkan deteksi kasus TBC di Toraja Utara. Tujuan: Untuk mengetahui analisis hubungan kinerja tenaga kesehatan dalam peningkatan penemuan kasus TBC di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional study. Populasi adalah semua tenaga kesehatan di Puskesmas Barupu sebanyak 35 orang dan Puskemas Tallunglipu yaitu sebanyak 73 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan Exhaustive Sampling. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan hasil p-value yaitu 0,000 lebih besar dari p<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kinerja (ability) dalam penemuan kasus TBC di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Toraja Utara. Kesimpulan: Hubungan antara kinerja tenaga kesehatan dan peningkatan temuan kasus menunjukkan bahwa tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kinerja yang baik cenderung lebih efektif dalam mendeteksi dan melaporkan kasus penyakit juga memperbaiki kesehatan populasi secara menyeluruh. Pelatihan dan pengembangan tenaga kesehatan serta teknologi kesehatan dapat meningkatkan kemampuan deteksi kasus kualitas pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2024