Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis dan menginterpretasi proses pelaksanaan pembelajaran daring, efektivitas penggunaan Aplikasi Komunikasi Google Meet pada pembelajaran daring, dan kelebihan serta kekurangan penggunaan aplikasi komunikasi Google Meet pada pembelajaran daring. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisisnya menggunakan teori Miles dan Huberman dengan reduksi data, penyajian data, pengambilan keputusan, dan triangulasi. Hasilnya pembelajaran menggunakan google meet menjadikan proses pembelajaran di SMK Harapan Lamasi menjadi lebih variatif. Proses pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan google meet dilakukan dengan sistem tanya jawab, diskusi, penugasan, problem solving, blended learning, dan metode ceramah. Pembelajaran daring menggunakan aplikasi komunikasi google meet dapat dikatakan efektif untuk digunakan selama pandemi covid-19 ini mengingat dari hasil pelaksanaan pembelajarannya telah terjadi interaksi yang intensif, adanya tanya jawab, ada respon, ada penugasan, ada quiz. Adapun kelebihan dari aplikasi komunikasi google meet antara lain : mudah digunakan, durasi penggunaannya bisa lama, hemat kuota, jaringan stabil, dan fitur-fitur di google meet menarik dan dapat melakukan share screen. Sementara kekurangannya antara lain : suara yang sering noise, kualitas video yang tidak jernih, suara yang tidak stabil, siswa pasif, dan lingkungan belajar tidak kondusif.
Copyrights © 2022