Dunia pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan serius berupa krisis nilai dan menurunnya empati peserta didik terhadap sesama. Fenomena ini mencerminkan terjadinya disorientasi dalam tujuan pendidikan yang seharusnya membentuk insan beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Krisis nilai dan empati menjadi salah satu tantangan serius dalam dunia pendidikan yang kerap terjebak pada orientasi kognitif dan capaian akademik semata. Padahal pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang moderat, berkarakter, dan berdaya saing, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Jurnal ini mengkaji konsep Mendidik dengan Hati melalui pendekatan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai alternatif solusi yang humanistik dan transformatif menuju pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis konseptual dan telaah literatur terhadap model pendidikan Islam yang berorientasi pada penguatan nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta yang berlandaskan Panca Cinta yaitu Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, dan Cinta Tanah Air, dapat menjadi fondasi transformatif dalam membangun karakter moderat, empatik, dan berkeadaban. Melalui Panca Cinta, peserta didik diarahkan untuk memahami keberagamaan secara inklusif, menghargai perbedaan, serta bertindak dengan kasih terhadap lingkungan sosial dan ekologisnya. Dengan demikian, KBC tidak hanya memperkuat moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan perdamaian, keadilan, serta kelembagaan yang tangguh.
Copyrights © 2025