Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan keterlibatan Peserta didik pada mata pelajaran Sejarah di kelas XII SMA Negeri 21 Makassar melalui penerapan metode Project Based Learning (PJBL). Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya minat dan keterlibatan Peserta didik dalam pembelajaran sejarah, yang mempengaruhi hasil belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam setiap siklus, Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek yang relevan dengan materi sejarah yang diajarkan. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan wawancara dengan Peserta didik dan guru untuk menilai minat, keterlibatan, serta keterampilan kolaborasi Peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam minat dan keterlibatan Peserta didik pada pembelajaran sejarah setelah penerapan PJBL. Pada siklus pertama, 50% Peserta didik melaporkan peningkatan minat belajar, sementara pada siklus kedua, angka tersebut meningkat menjadi 80%. Keterlibatan Peserta didik dalam diskusi dan proyek kelompok juga meningkat, dengan 85% Peserta didik aktif berpartisipasi pada siklus kedua. Selain itu, keterampilan kolaborasi dan presentasi Peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan, di mana 90% kelompok menunjukkan kerja sama yang baik dan 85% Peserta didik berhasil mempresentasikan proyek mereka dengan percaya diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan PJBL dapat meningkatkan minat belajar, keterlibatan Peserta didik, serta keterampilan kolaborasi dan presentasi dalam pembelajaran sejarah. Oleh karena itu, metode ini dapat dijadikan alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah rendahnya minat belajar Peserta didik pada mata pelajaran sejarah, dan diharapkan dapat diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah lain.
Copyrights © 2024