Studi kasus ini mengangkat tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa tunagrahita kelas X di SLB Negeri 2 Makassar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa kesulitan memahami konsep abstrak, terutama pada sila kedua dan kelima Pancasila. Meskipun mampu menghafal isi Pancasila, siswa memerlukan pendekatan pembelajaran konkret, visual, dan berbasis pengalaman nyata untuk dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Alternatif solusi yang diterapkan meliputi penggunaan media visual dan konkret, simulasi situasi nyata melalui permainan peran, pengintegrasian lagu dan cerita bermuatan nilai Pancasila, serta latihan berulang yang dilengkapi dengan refleksi. Evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, yang tercermin dari kemampuan mereka mengidentifikasi dan menerapkan konsep keadilan, kemanusiaan, dan gotong royong dalam aktivitas sehari-hari. Studi ini merekomendasikan penggunaan metode interaktif dan berbasis pengalaman untuk mendukung pembelajaran siswa dengan kebutuhan khusus.
Copyrights © 2024