Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengembangan wisata religi dan budaya di Pulau Penyengat dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan pengembangan wisata religi dan budaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan dua sumber data, yaitu observasi dan wawancara tertutup dilapangan. Data primer yang diperoleh dari wawancara digunakan sebagai bahan analisis mengunakan teori Van Meter van Horn. Hasil menunjukkan bahwa kondisi umum pada program pembangunan berupa revitalisasi pembangunan fisik dan program kegiatan pembangunan masyarakat yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah berupa kegiatan tahun baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek yang bisa berperan penting dalam partisipasi masyarakat dalam religi dan budaya yang ada di Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang. Selanjutnya pada proses implementasi kebijakan yang meliputi Standar dan Sasaran Kebijakan, Sumber Daya, Karakteristik Organisasi Pelaksana, Komunikasi antar Organisasi Terkait dan Kegiatan Pelaksana, serta kondisi sosial ekonomi politik terdapat tantangan serta hambatan perlu diselesaikan oleh pemangku kepentingan dalam pembangunan wisata religi dan budaya di Pulau Penyengat.
Copyrights © 2024