Latar Belakang: Tedun merupakan sebuah ritual adat yang berakar pada kepercayaan masyarakat terdahulu Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan fungsi rangkaian prosesi Tedun di Desa Sambong, Kecamatan Sumber, Rembang Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Teori Pierce digunakan untuk mengupas makna dan fungsi dari prosesi Tradisi Tedun. Penelitian ini menggunakan metode deskptif kualitatif yang mendeskripsikan data dan analisisnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara, dan teknik catat Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dan observasi langsung terhadap pihak penyelenggara, diperoleh bahwa prosesi Tedun sekilas mirip dengan prosesi Tedhak Siten. Namun, Tradisi Tedun hanya terdiri dari tiga tahap yang berupa doa bersama, naik turun tangga dan menyebar undhik-undhik. Masing-masing dari prosesi tersebut memiliki makna syukur yang disertai harapan dari orang tua kepada sang anak. Kesimpulan: Kemudian dari analisis teori semiotika Pierce didapatkan tanda, objek, dan interpretan pada prosesi Tedun ini. Penelitian ini memberikan pemahaman teoritis tentang makna dan fungsi Tradisi Tedun sebagai media untuk mengekspresikan budaya leluhur dan membentuk identitas sosial di masyarakat.
Copyrights © 2024