Luka diabetes adalah salah satu kondisi yang dipicu dari berbagai komplikasi diabetes. Rusaknya saraf-saraf pada kulit dapat membuat mati rasa sehingga ketika terjadi luka kecil umumnya penderita diabetes tidak akan merasakannya. Akibatnya, sirkulasi darah memburuk dapat menghambat aliran darah ke kulit yang dibutuhkan untuk mengobati luka. Akibatnya, luka pada penderita diabetes tetap terbuka, basah, dan sulit disembuhkan hingga berbulan- bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh balutan hydrocolloid terhadap penyembuhan luka diabetes mellitus di Klinik Alhuda Wound Care di Kota Lhokseumawe. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperimen tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan luka diabetik di Klinik Alhuda Wound Care Kota Lhokseumawe yang berjumlah 20 orang. dengan menggunakan teknik accedental sampling. Dari hasil penelitian didapatkan nilai t sebesar 5,807 dengan p-value (signifikan) sebesar 0,000. t hitung ≥ t tabel (5,807 ≥ 1,684) atau p-value ˂ ɑ (0,000 ˂ 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan balutan hydrocolloid terhadap penyembuhan luka diabetes mellitus. Diharapkan kepada penderita luka diabetik agar melakukan perawatan luka secara teratur dan diupayakan menggunakan balutan hydrocolloid agar mempercepat penyembuhan luka.
Copyrights © 2024