ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Mengapa Masyarakat Desa Saotengnga masih mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan gula aren. 2). Bagaimana bentuk kearifan lokal di Desa Saotengnga dalam pemanfaatan pohon aren. 3).Manfaat yang diperoleh masyarakat dalam pemanfaatan pohon aren di Desa Saotengnga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti diantaranya: observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data yang dilakukan peneliti diantaranya: reduksi data, display data, analisis perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Masyarakat Desa Saotengnga masih mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan gula aren karena 3 faktor,1. Faktor cultural. 2. Faktor religius. 3. Faktor ekonomi. 2) Bentuk kearifan lokal di Desa Saotengnga dalam pemanfaatan pohon aren Proses pengolahan dan memasak nira aren menjadi gula aren menggunakan alat – alat tradisional dan bahan organik seperti tangga, bahan bakar menggunakan kayu, abu yang berasal dari kayu bakar limbahnya bisa dimanfaatkan untuk abu gosok dan juga bisa digunakan untuk pupuk,kemudian alat cetakan gula aren terbuat dari temprung kelapa, dan kemasan gula enau menggunakan pembungkus yang berwawasan lingkungan, dan penyadapan dilakukan pagi dan sore hari sehingga adanya penghematan energi karena tidak memerlukan listrik untuk penerangan. 3) Manfaat yang diperoleh masyarakat dalam pemanfaatan pohon aren di Desa Saotengnga, bagian dari pohon aren semuanya bernilai ekonomis bila diamnfaatkan semuanya, air nira aren sebagai bahan baku utama pembuatan gula merah, buah diolah menjadi kolang-kaling, ijuk sebagai bahan baku untuk sapu ijuk, daun diambil lidinya untuk pembuatan sapu lidi dan akarnya bisa dijdikan obat peluruh air seni dan peluruh haid.
Copyrights © 2023