Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang sangat strategis untuk mengembangkan berbagai sektor usaha khususnya sektor usaha bidang perikanan. ekayaan alam yang melimpah pada sektor kelautan harusnya memberi dampak yang positif bagi masyarakat pesisir khususnya yang berprofesi sebagai nelayan. Hasrat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam arti sebenarnya terus diusahan termasuk di Kabupaten Fakfak, Peningkatan kesejahteraan dapat terjadi apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan pendapatan yang cukup sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan dan keamanan dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan Nelayan Perahu Tradisional Yang Beralih Menjadi Nelayan Bermesin Motor di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari nelayan langsung melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel menggunkan menggunakan rumus Slovin. Ada 100 orang nelayan yang terbagi di empat distrik dan ditentukan secara Proportional Sampling. Metode analisis data yaitu menggunakan rumus pendapatan dan untuk tingkat kesejahteraan yaitu menggunakan perhitungan tingkat pengeluaran per kapita per tahun pada rumah tangga Nelayan dan tingkat pengeluaran per kapita per tahun setara beras. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan nelayan bermesin motor lebih tinggi dibandingkan ketika masih menjadi nelayan tradisional. Rata-rata pendapatan nelayan tradisional adalah Rp 766.250/Bulan dengan total pendapatan Rp 76.625.000/tahun. sedangkan pendapatan nelayan bermesin motor memiliki rata-rata pendapatan Rp 1.995.250/tahun, dengan total pendapatan seluruh responden nelayan yaitu Rp. 199.525.000. hal ini menujukan bahwa menjadi nelayan bermesin motor lebih menguntukan untuk diteruskan. Derajat kesejahteraan nelayan dengan kriteria Sajogyo menunjukan kehidupan nyaris miskin, hal ini dipengaruhi banyak faktor utamanya biaya variabel yang tinggi.
Copyrights © 2022