Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI PALA DI PAPUA BARAT Arga Ramadhana; Reski Rahman Sriwijaya; Dessy Eka Kuliahsari
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 1 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i1.1649

Abstract

Tanaman pala merupakan tanaman yang sangat penting karena selain untuk kebutuhan dalam negeri juga merupakan komoditas ekspor yang potensial. Pala memegang peranan penting bagi perekonomian masyarakat di berbagai wilayah, khususnya yang di Papua Barat. Kabupaten yang memiliki potensi pada perkembangan produksi Pala adalah Kabupatan Fakfak. Namun, petani pala di kabupaten ini menghadapi beberapa masalah dalam memproduksi dan menjual hasil perkebunan mereka. Selain itu, pala merupakan komoditas unggulan, tetapi hal ini tidak berbanding lurus dengan pendapatan petani. Pendaptan petani pala masih tergolong rendah.  Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi sosial ekonomi karakteristik petani pala; (2) mengetahui kontribusi pendapatan dari perkebunan pala terhadap total pendapatan tumah tangga petani pala; (3) mengetahui jumlah pengeluaran rumah tangga petani pala; dan (4) Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga petani pala. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini berlokasi di Fakfak, Papua Barat. Untuk menentukan ukuran sampel, penelitian ini menggunakan sebanyak 40 petani pala sebagai responden. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan kuantitatif menggunakan regresi berganda dengan aplikasi SPSS 20.1. Rata-rata luas lahan dari responden yaitu 1.9 ha. Total penerimaan petani pala sebesar Rp. 14.445.000 per ha per tahun. Total pendapatan, jumlah anak bersekolah dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif terhadap pengeluran rumah tangga. Sedangkan umur responden tidak signifikan berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Forum Petani Pala dalam Upaya Meningkatkan Life Skill Education Petani Pala Reski Rahman Sriwijaya; Dessy Eka Kuliahsari; Atirah Atirah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9873

Abstract

Melihat luas lahan perkebunan pala (Myristica argentea warb) dikabupaten fakfak mencapai 6.071 hektar serta produksi pala disekitaran 1.884 ton (BPS fakfak) seharunya memberikan kontribusi pendapatan yang maksimal kepada para petani pala dikabupaten fakfak, Namun hal demikian tidak berbanding lurus dengan kontribusi pendapatan petani pala dikarnakan kualitas buah pala yang dhasilkan tidak sesuai permintaan pasar global, dimana adanya kandungan jamur dan bauh asap terhadapa pala yang diahasilkan sehingga mempengaruhi harga pala ditingkat petani. Rancangan pemberdayaan dalam Kegiatan Program Pembedayaan Masyarakat melalui Pembentukan Forum Petani Pala dengan upaya meningkatkan life skill education para petani pala pasca panen di kabupaten Fakfak, Papua Barat dimulai dengan pendataan jumlah petani pala dikabupaten fak-fak, kemudian melakukan sosialisasi mengenai pembentukan forum petani. Setalah forum petani pala telah terbentuk dan memilih anggota penyampaian edukasi untuk para petani pasca panen buah pala dilakukan. Materi atau penyampaian edukasi akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dari anggota forum petani pala. Pembentukan forum pala menjadi sebuah wadah kepada semua pihak dari berbagai kalangan, praktisi, akademisi untuk dapat bertukar fikiran serta berperan untuk dapat memberikan solusi terbaik bagi masalah yang dihadapi para petani pala seperti memberikan seminar untuk menambah pengetahuan petani pala melihat dan memprediksi kebutuhan pasar pala.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemetaan Lahan Petani Pala di Kabupaten Fakfak Dessy Eka Kuliahsari; Reski Rahman Sriwijaya; Muhammad Ayyub Syamsul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1172

Abstract

Indonesia is one of the world's largest producers and exporters of nutmeg seeds and mace. The main markets for Indonesia's nutmeg exports are Vietnam, the United States, the Netherlands, Germany, and Italy. Nutmeg is a superior commodity for the Fakfak community and has great potential to continue to be developed. However, the potential development still needs to be improved. The problem is that there needs to be a village potential map which causes potential village management to be hampered. The solution to this problem is necessary to map the land of nutmeg farmers. The purpose of this community service is to obtain a map of the distribution of nutmeg in the Fakfak district. This community service method includes preparation, data collection directly on farmers' land, making distribution maps, and sharing nutmeg distribution maps. Preparation includes the division of regions and teams as well as data collection. Data retrieval is done directly to get accurate coordinates. Making maps using experts based on the coordinate points obtained. Distribution map sharing is given to partners and related agencies. The results are the output map of the distribution of nutmeg in the districts of Fakfak Regency. Community service activities need to be continued because they can optimize the potential of Fakfak Regency.
PENDAPATAN NELAYAN PERAHU TRADISIONAL YANG BERALIH MENJADI NELAYAN BERMESIN MOTOR DI KABUPATEN FAKFAK, Muh Haidir Hakim; Reski Rahman Sriwijaya
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.368

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang sangat strategis untuk mengembangkan berbagai sektor usaha khususnya sektor usaha bidang perikanan. ekayaan alam yang melimpah pada sektor kelautan harusnya memberi dampak yang positif bagi masyarakat pesisir khususnya yang berprofesi sebagai nelayan. Hasrat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam arti sebenarnya terus diusahan termasuk di Kabupaten Fakfak, Peningkatan kesejahteraan dapat terjadi apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan pendapatan yang cukup sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan dan keamanan dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan Nelayan Perahu Tradisional Yang Beralih Menjadi Nelayan Bermesin Motor di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari nelayan langsung melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel menggunkan menggunakan rumus Slovin. Ada 100 orang nelayan yang terbagi di empat distrik dan ditentukan secara Proportional Sampling. Metode analisis data yaitu menggunakan rumus pendapatan dan untuk tingkat kesejahteraan yaitu menggunakan perhitungan tingkat pengeluaran per kapita per tahun pada rumah tangga Nelayan dan tingkat pengeluaran per kapita per tahun setara beras. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan nelayan bermesin motor lebih tinggi dibandingkan ketika masih menjadi nelayan tradisional. Rata-rata pendapatan nelayan tradisional adalah Rp 766.250/Bulan dengan total pendapatan Rp 76.625.000/tahun. sedangkan pendapatan nelayan bermesin motor memiliki rata-rata pendapatan Rp 1.995.250/tahun, dengan total pendapatan seluruh responden nelayan yaitu Rp. 199.525.000. hal ini menujukan bahwa menjadi nelayan bermesin motor lebih menguntukan untuk diteruskan. Derajat kesejahteraan nelayan dengan kriteria Sajogyo menunjukan kehidupan nyaris miskin, hal ini dipengaruhi banyak faktor utamanya biaya variabel yang tinggi.