Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Saluran dan Margin Pemasaran Ikan Asin di Kabupaten Fakfak Muh Haidir Hakim; Maryati; La Andi
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 2 No. 02 (2022): VOLUME 2, NOMOR 02, DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v2i02.433

Abstract

West Papua has a large sea area and has the opportunity to develop the fisheries sector. This abundant amount of fish in Fakfak Regency must be able to be utilized. Therefore, fish can be processed so that it will provide added value, one of which is processed salted fish. The purpose of this study was to find out the marketing channels for salted fish in Dulan Pokpok Village, Fakfak Regency and to find out the margin costs of salted fish in Dulan Pokpok Village, Fakfak Regency. The method used in this study is qualitative research using descriptive methods. The results of this research show that the marketing channel in Dulan Pokpok Village consists of 4 marketing channels, namely the first marketing channel from producer to consumer, the second marketing channel for producers to buy fresh fish from fishermen then producers process into salted fish and then sell it to consumers, the third marketing channel producers buy from fishermen then sell to retailers then retailers then sell to consumers and the marketing channels of the four producers buy fresh fish from fishermen and processed into salted fish after that it is sold to collecting merchants, collecting merchants sell to retailers then retailers sell to consumers. The margin at the salted fish producer level is IDR 15,000,-/kg to IDR 20,000,-/kg, at the collection merchant level of IDR 5,000,-/kg, at the retailer merchant level of IDR 5,000,-/kg to IDR 10,000,-/kg.
SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN PRODUK IKAN ASAP DI KABUPATEN FAKFAK Muh Haidir Hakim
AgriMu Vol 3, No 1 (2023): AgriMu Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i1.9709

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki potensi wilayah perairan laut Indonesia berupa ikan bernilai ekonomis tinggi antara lain tuna, cakalang, udang, tongkol, tenggiri, kakap, cumi-cumi, dan lainnya. Salah satu wilayah di Indonesia yakni Provinsi Papua Barat, wilayah yang memiliki laut luas serta berpeluang untuk di kembangkannya sektor perikanan.Melihat banyaknya potensi perikanan yang sangat menjanjikan, membuat masyarakat harus bisa melakukan pemanfaatan ikan menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis. Salah satu produk dari hasil perikanan yaitu ikan asap, salah satu kabupaten di Papua Barat yang memiliki produsen ikan asap adalah Kabupaten Fakfak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran ikan asap di Kampung Kapartutin Kabupaten Fakfak dan untuk mengetahui biaya margin ikan asap di Kampung Kapartutin Kabupaten Fakfak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa saluran pemasaran di Kampung Kapartutin terdiri dari 3saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran tingkat nol dari produsen ke konsumen, saluran pemasaran tingkat 1 produsen membeli dari nelayan kemudian dijual ke pedagang pengecer lalu pedagang pengecer menjual ke konsumen dan saluran pemasaran tingkat 2 produsen membeli ikan segar dari nelayan dan diolah menjadi ikan asap setelah itu dijual kepada pedagang pengumpul, pedagang pengumpul menjual ke pedagang pengecer kemudian pedagang pengecer menjual ke konsumen. Jumlah Margin pada semua tingkat saluran pemasaran adalah Rp. 8.000/Ekor
PENDAPATAN NELAYAN PERAHU TRADISIONAL YANG BERALIH MENJADI NELAYAN BERMESIN MOTOR DI KABUPATEN FAKFAK, Muh Haidir Hakim; Reski Rahman Sriwijaya
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.368

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang sangat strategis untuk mengembangkan berbagai sektor usaha khususnya sektor usaha bidang perikanan. ekayaan alam yang melimpah pada sektor kelautan harusnya memberi dampak yang positif bagi masyarakat pesisir khususnya yang berprofesi sebagai nelayan. Hasrat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam arti sebenarnya terus diusahan termasuk di Kabupaten Fakfak, Peningkatan kesejahteraan dapat terjadi apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan pendapatan yang cukup sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan dan keamanan dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan Nelayan Perahu Tradisional Yang Beralih Menjadi Nelayan Bermesin Motor di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari nelayan langsung melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel menggunkan menggunakan rumus Slovin. Ada 100 orang nelayan yang terbagi di empat distrik dan ditentukan secara Proportional Sampling. Metode analisis data yaitu menggunakan rumus pendapatan dan untuk tingkat kesejahteraan yaitu menggunakan perhitungan tingkat pengeluaran per kapita per tahun pada rumah tangga Nelayan dan tingkat pengeluaran per kapita per tahun setara beras. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan nelayan bermesin motor lebih tinggi dibandingkan ketika masih menjadi nelayan tradisional. Rata-rata pendapatan nelayan tradisional adalah Rp 766.250/Bulan dengan total pendapatan Rp 76.625.000/tahun. sedangkan pendapatan nelayan bermesin motor memiliki rata-rata pendapatan Rp 1.995.250/tahun, dengan total pendapatan seluruh responden nelayan yaitu Rp. 199.525.000. hal ini menujukan bahwa menjadi nelayan bermesin motor lebih menguntukan untuk diteruskan. Derajat kesejahteraan nelayan dengan kriteria Sajogyo menunjukan kehidupan nyaris miskin, hal ini dipengaruhi banyak faktor utamanya biaya variabel yang tinggi.