Fakta bahwa akuntansi sangat terkait erat dengan angka dan kuantifikasi telah meletakkan pendidikan akuntansi pada penjara obyektivitas, rasionalisme dan antroposentrisme. Dalam rangka membebaskan pendidikan akuntansi dari penjara ini, suatu pendekatan dialogis yang merupakan praktik pendidikan akuntansi yang membebaskan digunakan. Studi empiris dilakukan pada sebuah kelas untuk mata kuliah wajib Etika Bisnis dan Profesi selama satu semester. Studi ini menggunakan pendekatan naratif dialogis sebagai metode. Hasil proses dialogis diceritakan ulang agar pembaca dapat menangkap secara jelas semangat emansipasi. Membangun cinta pada Tuhan, lingkungan, negara, dan semesta menjadi kunci utama pembebas pendidikan akuntansi yang akan berdampak pada tindakan berkesadaran akuntan. Studi ini diharapkan dapat memberi gambaran bagaimana seorang pendidik dapat menginternalisasi kesadaran holistis berdasarkan cinta dalam pendidikan akuntansi. Pada akhirnya, dibutuhkan lebih dari sekadar kesadaran, namun juga kemauan untuk memperbaiki pendidikan akuntansi.
Copyrights © 2014