Mewarnai merupakan salah satu kegiatan untuk melatih motorik halus anak usia 4-5 tahun. Motorik halus di antaranya mencakup kemampuan serta kelenturan anak dalam menggunakan jari serta alat dalam rangka eksplorasi. Selain kegiatan motorik, anak perlu untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya. Mengamati, membedakan, dan meniru adalah beberapa kemampuan kognitif yang memengaruhi kegiatan belajar anak usia TK. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Mewarnai Tokoh Wayang Punokawan” bertujuan untuk menstimulasi motorik halus serta kemampuan kognitif anak dalam mengenali tokoh panutan dalam dunia pewayangan, yaitu Punokawan. Pengabdian berlangsung di TK Aisyiyah 64 Sumber Nayu dengan metode presentasi, praktik, dan observasi. Didapatkan data bahwa seluruh anak mampu menggunakan krayon untuk mewarnai. Selain itu, anak lebih cenderung memilih tokoh Semar (yang merupakan tokoh sentral dari Punokawan) untuk diwarnai. Coloring is one of the activities to train fine motor skills for children aged 4-5 years. Fine motor skills include children's ability and flexibility in using fingers and tools for exploration. Apart from motor activities, children need to develop their cognitive abilities. Observing, differentiating, and imitating are some of the cognitive abilities that influence the learning activities of kindergarten-aged children. The community service activity entitled Coloring "Punokawan" Wayang Characters aims to stimulate children's fine motor skills and cognitive abilities in recognizing role models in the world of wayang (Indonesian puppet), particularly Punokawan. The program takes place at TK Aisyiyah 64 Sumber Nayu with presentation, practice and observation methods. The results show that almost all children are able to use crayons for coloring. Apart from that, children are more likely to choose Semar character (which is the central character of Punokawan) to color.
Copyrights © 2023