cover
Contact Name
Monica Lintang
Contact Email
monic5304@students.unnes.ac.id
Phone
+628128154253
Journal Mail Official
monic5304@students.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang City, Central Java 50229
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pengabdian Seni
ISSN : 27744787     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Seni is a journal published by Institute of Research and Community Service, Indonesia Institute of the Art Yogyakarta. Published for the first time in 2020, Jurnal Pengabdian Seni is a journal of community service activities that have never been published both in the form of online and print articles. Jurnal Pengabdian Seni has online and print versions. The publication schedule is twice a year in May and November.
Articles 88 Documents
Penerapan Teknik Ecoprint pada Dedaunan Menjadi Produk Bernilai Jual Dwita Anja Asmara
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4706

Abstract

Penyuluhan seni teknik ecoprint yang dilaksanakan terhadap ibu-ibu kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Dusun Bibis, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul merupakan salah satu bentuk kegiatan yang perlu dilaksanakan secara rutin antara ISI Yogyakarta dan mitra, karena memberikan dampak positif bagi mitra. Pada mulanya, kelompok ibu-ibu ini dalam kesehariannya tidak produktif, setelah mendapatkan penyuluhan ecoprint, rutinitas sehari-hari menjadi lebih kreatif. Penyuluhan ini dilakukan secara bertahap dengan menggunakan metode tatap muka langsung dengan teknik ceramah, diskusi, pemberian slide, dan praktik. Karena teknik ecoprint merupakan teknik yang sederhana, praktis, cepat dibandingkan teknik batik, serta bahan dan alat yang digunakan sederhana, ibu-ibu kelompok PKH bisa dengan cepat menyerap ilmu pelatihannya. Selain itu, bahan yang digunakan sudah tersedia di lingkungan sekitar tempat tinggal, yakni berbagai dedaunan. Hasil penyuluhan ecoprint ini mampu mewujudkan berbagai jenis produk, di antaranya: masker, jilbab, scarf, kain panjang, dan baju. Di penghujung penyuluhan ini, ibu-ibu PKH sebagai peserta penyuluhan memamerkan hasil karya mereka di Balai Kelurahan Bangunjiwo. The ecoprint technical art counseling carried out to the mothers of the Bibis Hamlet Family Hope Program (PKH), Bangunjiwo, Kasihan, Bantul group is one form of activity that needs to be carried out regularly between ISI Yogyakarta and partners, because it has a positive impact on partners. At first, this group of mothers was not productive on a daily basis, after receiving ecoprint counseling, their daily routine became more creative. This outreach is carried out in stages using face-to-face methods with lecture, discussion, slide presentation, and practice techniques. Because the ecoprint technique is a simple, practical, fast technique compared to the batik technique, and the materials and tools used are simple, PKH group women can quickly absorb the knowledge of the training. In addition, the materials used are readily available in the environment around the residence, namely various leaves. The results of this ecoprint counseling are able to realize various types of products, including: masks, headscarves, scarves, long cloths, and clothes. At the end of this counseling session, PKH women as extension participants displayed their work at the Bangunjiwo Village Hall.
Implementasi Kreasi Komposisi Pada Iringan dan Tari Jathilan Kuda Prawira di Kalurahan Patalan Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Eli Irawati; Ni Kadek Rai Dewi Astini
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i2.7771

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) lewat pembinaan kesenian kelompok jatilan di Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, DIY merupakan salah satu cara untuk bisa memberikan fasilitas perubahan komposisi iringan, tari, busana, dan tata rias. Kelompok jatilan yang dibina dapat diberikan keterampilan wawasan dan jiwa mencintai kesenian tradisi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas aspek ragam iringan musikal, tata rias, dan busana sehingga nantinya dapat meningkatkan kreativitas seniman setempat. Kelompok mitra yang akan dibina adalah Kelompok Jatilan Kuda Prawira. Kegiatan meliputi pemberian materi berupa pengayaan gending gending/lagu, pola tabuhan, gerak tari, rias, dan busana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan secara personal baik itu secara demontrasi, ceramah, latihan, maupun pengembangan. Luaran dari kegiatan pembinaan Kelompok Jatilan Kuda Prawira adalah dapat menghasilkan kelompok jatilan yang profesional, mengerti tentang pengemasan seni pertunjukan baik dari segi musikal, penataan tari, maupun rias busana sehingga nantinya bisa lebih diminati dan dapat menghidupi anggota kelompoknya dengan berkesenian.
Strategi Branding Community Desa Wisata Giriasih Gunungkidul Sebagai Destinasi Ekowisata dan Budaya Indrayana, Andika; Febriyantoko, Danang; Pradita Putra, Trisna
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.14081

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat strategi branding community di desa wisata Giriasih, Gunungkidul Yogyakarta agar dapat menjadi destinasi wisata berbasis ekowisata dan budaya. Kegiatan ini penting untuk dilakukan karena masyarakat Desa Giriasih memiliki keinginan, semangat, dan berbagai potensi wisata baik alam maupun produk, namun belum memiliki perencanaan yang baik, sistematis, dan minimnya teknologi penunjang produksi. Pengembangan destinasi ekowisata dan budaya terdiri dari tiga agenda utama: (1) mengajak masyarakat untuk mengidentifikasi potensi wisata di wilayah dan membuat perencanaan branding baik tempat dan media, (2) mengolah potensi alam yang ada menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dengan menggunakan teknologi tepat guna, (3) meningkatkan produktivitas UMKM sebagai support system desa wisata. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan partisipasi aktif warga Desa Giriasih, khususnya pengelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha perajin UMKM, dalam pelaksanaannya program ini menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA), yaitu pendekatan partisipasi aktif warga dalam proses disimilasi informasi yang dilakukan dari tahap awal berupa persiapan hingga tahap akhir berupa evaluasi kegiatan yang bermuara penerima manfaat bagi masyarakat. This program aims to create a community branding strategy in Giriasih tourism village, Gunungkidul, Yogyakarta, enhancing its future role as ecotourism and cultural destination. It is highly essential to conduct this program since Giriasih community are eager and enthusiastic about their varied tourism potentials, including nature and local products. However, they have not organized proper and systematic planning yet. Besides, they are still minimally exposed to more advanced production technology. The development of ecotourism and cultural destination in this village consists of three main agendas: (1) inviting the community to identify tourism potentials and make branding plans for both places and media, (2) Processing existing natural potential into products resulting economic value using appropriate technology, (3) Increasing the productivity of MSMEs as a support system for the tourist village. The method used in this community service program involved active participation of Giriasih villagers, especially the members of tourism village management (POKDARWIS) and MSME craftsmen. The authors implemented the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, an approach to active participation of residents in the information dissimilation process carried out from the initial stage (preparation) to the final stage (evaluation) of activities that benefit the society. 
Penyuluhan Pembuatan Video Profil Desa Bedoyo Andi Haryanto
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i1.4697

Abstract

Desa Bedoyo memiliki potensi seni tari, karawitan, campursari, dan kerajinan yang memerlukan publikasi sebagai bentuk branding desa. Pembuatan video profil dirasa sebagai bentuk medium yang paling representatif untuk mendokumentasikan potensi budaya Desa Bedoyo.Penyuluhan ditujukan untuk mengenalkan pembuatan video kepada warga, meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan video secara mandiri, dan menghasilkan video profil yang berdaya jual. Video profil dikemas dengan tampilan yang modern, tetapi tidak kaku sehingga menarik untuk ditonton dengan  gaya penceritaan “video branded content”. Meski video profil belum terselesaikan, materi yang telah diberikan: potensi desa, ide cerita video, pembuatan script, pengetahuan storyboard, diharapkan dapat menjadi bekal untuk secara mandiri menyebarkan informasi desa melalui berbagai media. Bedoyo Village has plenty cultural potential ranging from dances, Javanese traditional instrument (karawitan), and handcrafts which are in need of publication for the village’s branding. A profile video is considered as the most representative medium to document Bedoyo village potentials. This workshop is aimed to introduce the art of videography to the community to increase their skill in independently developing their own profile video and publishing an appealing village profile video. The profile video will be told in a modern narrative, free from astute formality so that it will generate more interest to the public through the “video branded content” narrative. Although the video itself is not completed just yet, through the materials distributed to the community: village potentials, story ideas, script writing, storyboard making, it is hoped that these will be the foundation for the society’s creativity and independence in making and distributing useful information through various media.
Program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Peningkatan Teknik Finishing Gerabah Kelompok Perajin Siti Kencono Aji Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul Arif Suharson; Indro Baskoro Miko Putro
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i1.7005

Abstract

Kelompok perajin gerabah Siti Kencono Aji yang terletak di Desa Panjangrejo merupakan penghasil gerabah yang memiliki produk silindris dan belum banyak melakukan diversifikasi produk dan finishing pada bodi gerabahnya. Sebagian besar belum memahami perkembangan finishing sesuai tren desain selaras dengan kebutuhan masyarakat modern. Program IbM yang dilaksanakan dengan fokus kegiatan pada peningkatan teknik finishing menuju tren desain keramik. Kegiatan IbM dilaksanakan dengan menerapkan metode ceramah, diskusi, pembuatan diversifikasi produk (desain), praktik pembuatan produk, dan aplikasi teknik finishing. Teknik finishing menggunakan bahan finishing pabrikasi yang ramah lingkungan (water based) sesuai standar regulasi ekspor agar produk hasil program IbM dapat merambah ke pasar global. Hasil kegiatan program IbM telah menghasilkan diversifikasi produk keramik silindris dan nonsilindris sesuai tren desain yang memiliki multifungsi guna. Produk-produk gerabah memiliki fungsi praktis sesuai kegunaannya dan di sisi lain juga dapat menjadi benda hias. Teknik finishing pada bodi gerabah mampu memberikan kesan visual estetik yang indah sehingga meningkatkan kesan modern dan mewah di ruang interior atau eksterior. Tampilan estetik dengan teknik finishing sesuai dengan tren desain diharapkan dapat meningkatkan jumlah penjualan dengan harga yang lebih baik dan akan berdampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok perajin gerabah Siti Kencono Aji di Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul.    
Metode Pelatihan Tari pada Anak Usia Dini dengan Aplikasi Pedagogis di Lingkungan Sanggar Tari Kelurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Nico Kurnia Jati; Winarsi Lies Apriani
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i2.11171

Abstract

Untuk mengenalkan metode pelatihan tari kepada anak usia dini tidaklah mudah. Salah satu cara adalah dengan berfokus pada pendekatan pedagogis yang efektif. Metode pembelajaran dalam pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memetakan terlebih dahulu dan memberikan gambaran solusi sesuai dengan teori-teori dan teknik pembelajaran tari yang baik dan benar. Beberapa konsentrasi sanggar yang berbeda-beda akan membutuhkan metode dan penanganan yang berbeda pula. Landasan teori pedagogis yang efektif seperti pendekatan konstruktivis,  teori perkembangan kognitif, dan teori kecerdasan jamak menjadi moda pelatihan tari yang efektif untuk diaplikasikan dalam metode pelatihan anak usia dini. Pembahasan akan menguraikan berbagai aspek metode pelatihan dan pengaruhnya pada perkembangan anak usia dini di sanggar desa sehingga masalah-masalah dalam metode pelatihan tari tradisi pada anak dapat dipecahkan secara perlahan di setiap kantong-kantong budaya sanggar tradisi Dusun Wonorejo dan Dusun Krikilan, Kelurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Introducing dance training method for early childhood is not easy. However, there is way to deal with this issue, which focuses on an effective pedagogical approach. The basis of effective pedagogical theories such as Constructivist Approach, Cognitive Development Theory, and Multiple Intelligence Theory is one of the effective dance training modes which can be applied in early childhood dance teaching and learning. The discussion of this article outlines various aspects of training method and its influence on the development of early childhood dance activities, so that the problems in traditional dance training method for children can be slowly solved in every culture of traditional studios in Wonorejo and Krikilan Villages, Sleman, Yogyakarta.
Penyuluhan Seni Batik pada Kelompok PKK Padukuhan Karangwetan Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta Sugeng Wardoyo; Tri Wulandari
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i1.5739

Abstract

Anggota kelompok PKK Karangwetan, Tegaltirto, Berbah tergolong pemula atau awal dalam bidang kerajinan batik. Tentu mereka belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang proses batik. Masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam bidang desain dan teknik batik sampai perwujudan produk menjadi permasalahan utama. Adanya pelaksanaan program penyuluhan seni ini mencoba menawarkan alternatif program keterampilan tekstil khususnya teknik batik tulis dan teknik pewarnaan celup. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang cara membuat desain motif batik yang diwujudkan dari produk elemen interior hingga penguasaan ketereampilan khusus teknik dasar batik tulis dan teknik pewarnaan celup. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan seni ini menggunakan metode ceramah dan metode praktik. Hasil penyuluhan seni batik berupa produk elemen interior, seperti taplak meja dan sarung bantal.  Program penyuluhan seni ini dilaksanakan dengan konsep pelatihan keterampilan batik, telah menjadi bukti nyata bahwa seni batik masih dapat dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya, serta diharapkan ada tindak lanjut dengan pelaksanaan program pendampingan lainnya yang saling bersinergi dan berkesinambungan.
Pelatihan Pembuatan Kain Ikat Celup Guna Membuka Peluang Usaha Baru Bagi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kutawaru, Cilacap Anung Chrispanjalu; Yayan Suherlan; Desy Nurcahyanti
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9647

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan teknik ikat dan pewarnaan kain ikat celup kepada ibu-ibu Kelurahan Kutawaru dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam menghasilkan produk kreatif yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru. Pelatihan ini melibatkan kurang lebih 20 peserta perwakilan dari ibu-ibu PKK Kelurahan Kutawaru, Cilacap. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan kegiatan PKK tidak hanya diisi dengan kegiatan arisan, tetapi juga bisa diisi dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pembinaan pelatihan keterampilan bagi para anggotanya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Oleh karena itu, pelatihan ikat celup diharapkan dapat menjadi alternatif peluang usaha bagi masyarakat desa yang membutuhkan peningkatan keterampilan dan ekonomi. Hasil dalam pelatihan ini peserta mampu memahami dan praktik langsung dalam pembuatan kain ikat celup. Peserta mampu membuat berbagai macam motif pada saat pelatihan sehingga terciptalah lembaran kain ikat celup yang sudah jadi. Diharapkan peserta dapat mengembangkan menjadi produk yang lebih kreatif dan inovatif. Produknya yang dihasilkan adalah masker, pakaian, seprai, dan produk lainnya yang berbahan dasar motif kain ikat celup. This activity aims to provide training on tieng and dyeing techniques of tie dye fabrics to the women of the Kutawaru Village in order to improve their abilities in producing creative products that can be used as new business opportunities. This workshop involved approximately 20 participants representing PKK members from Kutawaru Village, Cilacap. Through community service activities the authors consider that PKK activities will not only be restricted in lottery activities, but community empowerment activities in the form of skill development training for its members. The methods used in this activity were lecturing, discussion, question-answer, and practice methods. Therefore, tie dye training is expected to be an alternative business opportunity for rural communities who need skill and economic improvement. The result of this workshop is that participants are able to understand and practice directly in making tie dye fabrics.Moreover, participants are able to make various kinds of motifs during the training, so thet they are ready to make tie dye by themselves. The authors hope that participants can develop into more creative and innovative products. The products include masks, clothes, bed sheets, and other products made from  tie dye motifs.
Pelatihan Gending Gerejawi Kepada Kelompok Sabda Laras Gereja Kristen Muria Indonesia Yogyakarta Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar; Bagas Arga Saputra
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4711

Abstract

Kelompok Karawitan Sabda Laras merupakan sekelompok jemaat Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Yogyakarta yang mengupayakan realisasi dari inkulturasi dalam lingkungan gereja. Namun, tidak adanya pelatih tetap sejak tahun 2017 berdampak pada jumlah anggota yang tidak bertambah tetapi justru berkurang, dan hingga saat ini belum ditemukan strategi atau metode untuk menyemarakkan/memajukan grup. Pelatihan bagi kelompok Karawitan Sabda Laras diperlukan untuk meningkatkan kemampuan menabuh gamelan dengan lagu gerejawi. Pelatihan dilakukan melalui program Penyuluhan Seni ISI Yogyakarta, yang diselenggarakan pada bulan Maret-Agustus 2020. Pelatihan awalnya diselenggarakan dengan tatap muka, namun karena pandemi covid-19 maka pelatihan dilanjutkan secara daring. Materi yang diberikan yaitu lagu S’mua Baik”, “Betapa Kita Tidak Bersyukur”, dan “Angkatlah Hati-Mu pada Tuhan”. Materi ini diberikan untuk menambah vocabulary lagu-lagu gerejawi. Materi diberikan melalui grup whatsapp dengan media video (link youtube) dan google site. Hasil pelatihan ini antara lain menambah kemampuan dan pengetahuan mengenai teknik tabuhan instrumen dan garap, terutama dalam hal menggubah lagu gerejawi dengan menggunakan media gamelan dan beberapa variasi tabuhan sebagai bagian dari aransemen lagu. Selain itu, peserta dapat menguasai lagu “S’mua Baik”, “Betapa Kita Tidak Bersyukur”, dan “Angkatlah Hati-Mu pada Tuhan”. The Karawitan Sabda Laras group is a group of members of the Indonesian Muria Christian Church (GKMI) Yogyakarta which strive for the realization of inculturation within the church environment. However, the absence of a permanent coach since 2017 has an impact on the number of members who have not increased but instead decreased, and until now there has been no strategy or method to enliven / advance the group. Training for the Karawitan Sabda Laras group is needed to improve the ability to beat the gamelan with ecclesiastical songs. The training was carried out through the ISI Yogyakarta Art Counseling program, which was held in March-August 2020. The training was initially held face-to-face, but due to the Covid-19 pandemic the training was continued online. The materials given were the songs S'mua Baik "," How We Are Not Grateful ", and" Raise Your Heart to God ". This material is given to add to the vocabulary of ecclesiastical songs. The material is given through the whatsapp group with video media (link youtube) and google site. The results of this training, among others, increase the ability and knowledge of the technique of instrument beats and work on, especially in terms of composing ecclesiastical songs using gamelan media and several variations of wasps as part of song arrangement. In addition, the participants were able to master the songs "S'mua Baik", "How We Are Not Grateful", and "Raise Your Heart to God".
Pembinaan Kelompok Band Pelestari Koesplus Melalui Metode Drill di Srihardono, Pundong, Bantul Dilla Octavianingrum; R. Taryadi; Royyan Al Fawaz
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i2.8190

Abstract

Pengabdian dilakukan dengan pembinaan kepada kelompok Band Pelestari Koesplus yang berada di Kelurahan Srihardono, Pundong, Bantul. Kelompok kesenian ini terbentuk dengan maksud melestarikan lagu-lagu Koes Plus dan Koes Bersaudara yang melegenda sampai saat ini. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu terdapat permasalahan, yaitu kaderisasi pelaku seni yang sedikit terhambat dikarenakan kurang minatnya remaja untuk melestarikan kesenian setempat. Tujuan diadakannya pengabdian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang pelestarian kesenian yang dimiliki dan peningkatan kualitas seni. Pengabdian dilakukan dengan menggunakan pendekatan pengembangan masyarakat secara partisipatif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya pembelajaran bermain musik (band) menggunakan metode drill dengan materi lagulagu Koesplus. Penyampaian teknik bermain musik secara benar dan latihan terprogram dapat meningkatkan keterampilan dalam bermain musik. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan diharapkan program pengabdian dalam bentuk P3Wilsen menjadi program tahunan untuk daerah setempat.