Hadis Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan penting sebagai sumber ajaran Islam setelah Al-Quran. Namun, periwayatan hadis secara lisan rentan terhadap pemalsuan sehingga kritik hadis menjadi sangat penting. Salah satu tokoh penting dalam kritik hadis kontemporer adalah Muhammad Syuhudi Ismail. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode kritik hadis perspektif Muhammad Syuhudi Ismail. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka atau literatur review. Sumber data utama adalah karya-karya Muhammad Syuhudi Ismail, khususnya "Kaedah Kesahihan Sanad Hadis" dan "Metodologi Penelitian Hadis Nabi". Data dikumpulkan melalui penelusuran dan penelaahan sumber literatur terkait, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif-analitis dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syuhudi Ismail memperkenalkan metode rawi pertama (al-rawi al-awwal) yang fokus pada kritik sanad berbasis kredibilitas perawi pertama, yaitu sahabat Nabi. Dalam kritik matan, ia menekankan analisis makna secara kontekstual dengan mempertimbangkan latar situasi dan fungsi Nabi. Metode Syuhudi Ismail dinilai lebih sistematis, objektif, dan proporsional dibanding metode klasik. Namun, metodenya juga dianggap terlalu berfokus pada sahabat dan kurang teliti dalam kritik matan. Meski demikian, model kritik hadis Syuhudi Ismail tetap memberikan kontribusi positif bagi pengembangan studi hadis di Indonesia dan patut dipertimbangkan dalam upaya pemurnian hadis di era kontemporer. Kata Kunci: Hadist, Kritik Hadist, Muhammad Syuhudi Ismail.
Copyrights © 2024