Konflik di kawasan Timur Tengah merupakan salah satu topik pembahasan yang sering dibicarakan di dalam ranah akademis dengan konteks politik internasional, literatur akademik, dan pemberitaan terkait dinamika negara-negaranya. Konflik yang terjadi bervariasi, mulai dari konflik antar etnis, perang saudara, dan konflik perebutan kawasan. Salah satu konflik yang sering menjadi perbincangan dan telah berjalan hampir 50 tahun lebih adalah konflik antara Israel dan Palestina. Selama 50 tahun, berbagai usaha untuk melakukan proses perdamaian telah dicapai oleh kedua belah pihak, namun belum mendapatkan titik terang walaupun sudah dimediasi oleh negara-negara lainnya.Berbagai macam usaha dalam menciptakan proses Peacemaking atau penciptaan perdamaian dilakukan oleh berbagai pihak, namun selalu mengalami deadlock atau tidak adanya solusi yang mampu menciptakan perdamaian di konflik tersebut. Penulis berpendapat bahwa hal ini terjadi disebabkan karena dua faktor, yaitu (1) pemberian hak veto dari Amerika Serikat terhadap beberapa resolusi perdamaian dan (2) normalisasi hubungan beberapa negara-negara di kawasan Timur Tengah dengan Israel. Penulis akan mencoba menjelaskan kedua faktor tersebut dengan menggunakan kerangka perspektif power-dependence relations dari Emerson. Oleh karena itu, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu maksud dari perspektif power-dependence relations dari Emerson.
Copyrights © 2023