Multikultura
Vol. 1, No. 2

REPRESENTASI KEPERCAYAAN JEPANG DI NEGARA VIRTUAL INAZUMA DALAM VIDEO GAME GENSHIN IMPACT

Kusuma, Gusti Wisnu Pio (Unknown)
Janti, Ilma Sawindra (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2022

Abstract

Unsur-unsur budaya dewasa ini sering kali dimasukan ke dalam sebuah video game, hal ini dilakukan dengan beberapa alasan seperti misalnya untuk mempromosikan budaya tersebut, atau menggunakan budaya tersebut sebagai bagian dari konten untuk menambah daya tarik sebuah video game. Genshin Impact merupakan salah satu video game yang memasukan unsur-unsur budaya beberapa negara populer sebagai bagian dari kontennya. Budaya tersebut diwujudkan ke dalam negara-negara fiksi yang ada di dalam Genshin Impact, seperti misalnya Mondstadt yang merepresentasikan Jerman, Liyue yang merepresentasikan Cina, dan Inazuma yang merepresentasikan Jepang. Penelitian ini menganalisis bagaimana unsur-unsur kepercayaan Jepang direpresentasikan di Inazuma di dalam Genshin Impact. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi pada video game, dan studi kepustakaan untuk melihat budaya Jepang yang ada di dalam Genshin Impact untuk kemudian dianalisis menggunakan teori Representasi Reflektif menurut Stuart Hall (1977). Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya representasi reflektif unsur-unsur kepercayaan Jepang di dalam Genshin Impact, yaitu shinto. Hal tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur shinto yang pada pada fitur atau konten di Inazuma, unsur tersebut adalah miko, kuil shinto/ jinja, omamori, dan kitsune. Tanda-tanda yang menunjukan representasi reflektif pada konten atau fitur tersebut ada pada nama, visual, dan peran dari fitur tersebut di dalam game.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

publication:multikultura

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science Social Sciences

Description

MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review ...