Unsur-unsur budaya dewasa ini sering kali dimasukan ke dalam sebuah video game, hal ini dilakukan dengan beberapa alasan seperti misalnya untuk mempromosikan budaya tersebut, atau menggunakan budaya tersebut sebagai bagian dari konten untuk menambah daya tarik sebuah video game. Genshin Impact merupakan salah satu video game yang memasukan unsur-unsur budaya beberapa negara populer sebagai bagian dari kontennya. Budaya tersebut diwujudkan ke dalam negara-negara fiksi yang ada di dalam Genshin Impact, seperti misalnya Mondstadt yang merepresentasikan Jerman, Liyue yang merepresentasikan Cina, dan Inazuma yang merepresentasikan Jepang. Penelitian ini menganalisis bagaimana unsur-unsur kepercayaan Jepang direpresentasikan di Inazuma di dalam Genshin Impact. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi pada video game, dan studi kepustakaan untuk melihat budaya Jepang yang ada di dalam Genshin Impact untuk kemudian dianalisis menggunakan teori Representasi Reflektif menurut Stuart Hall (1977). Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya representasi reflektif unsur-unsur kepercayaan Jepang di dalam Genshin Impact, yaitu shinto. Hal tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur shinto yang pada pada fitur atau konten di Inazuma, unsur tersebut adalah miko, kuil shinto/ jinja, omamori, dan kitsune. Tanda-tanda yang menunjukan representasi reflektif pada konten atau fitur tersebut ada pada nama, visual, dan peran dari fitur tersebut di dalam game.
Copyrights © 2022