Perkembangan yang tejadi di era digital ini memerlukan adanya pendekatan baru dalam etika karena keterbatasan etika tradisional, seperti deontologi dan utilitarianisme serta etika keutamaan, dalam menghadapi isu-isu kontemporer. Kritik filsuf Martin Heidegger terhadap esensi teknologi modern berpotensi menjadi titik awal pengembangan etika baru guna merespons persoalan-persoalan kontemporer terkait lingkungan, hegemoni teknologi, dan implikasi bisnis. Menurut Heidegger esensi teknologi modern adalah menampakkan segala sesuatu sebagai suku cadang yang siap digunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan subjek. Esensi teknologi modern ini menimbulkan bahaya karena bersifat eksploitatif yang berujung krisis ekologis dan alienasi sosial. Menanggapi masalah-masalah kontemporer, etika Heideggerian dapat dikembangkan berdasarkan pemahaman tentang dwelling dan keterbukaan kontemplatif terhadap eksistensi. Etika ini akan menekankan keterhubungan antara manusia, alam, dan dunia, yang akan membimbing kepada hubungan etis dengan sesama manusia dan lingkungan. Menjadikan filsafat Heidegger sebagai titik tolak pengembangan etika baru tidak tanpa tantangan yang serius, namun pengembangan filsafat Heidegger oleh para penerusnya di ranah teknologi dan lingkungan menunjukkan bahwa kemungkinan positif sangat bisa diharapkan.
Copyrights © 2023