Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan kepeloporan Haji Abdul KarimAmrullah dalam organisasi Muhammadiyah di Maninjau. Melalui pendekatan sejarah,kajian mengenai hal ini memanfaatkan langkah-langkah heuristik, kritik sumber,interpretasi, dan historiografi. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah pertama,Haji Abdul Karim Amrullah adalah seorang ulama yang lahir dan besar dari keluargayang taat beragama. Sejak kecil, ia telah mendapatkan pendidikan agama dari keduaorang tuanya dan kemudian melanjutkan pendidikannya melalui jalur non formal.Kedua, kepeloporan Haji Abdul Karim Amrullah dalam organisasi Muhammadiyahdi Maninjau, dilatarbelakangi oleh kondisi beragama masyarakat yang cenderungsinkretik, atau bercampur aduknya antara ajaran Islam yang murni dan yangbermuatan bid’ah dan khurafat, serta ilmu sihir sangatlah dipercaya oleh masyarakatsetempat. Hal-hal inilah yang mendorong Haji Abdul Karim Amrullahmengupayakan pembaharuan terhadap ajaran dan praktik agama Islam yangdianggapnya telah rusak di Maninjau. Oleh sebab itu, untuk mempercepat gerakanpembaharuannya ini, ia mempelopori pendirian Muhammadiyah di Maninjau, setelahkepulangannya dari Jawa pada tahun 1925 M. Pada akhirnya kajian ini memberikansebuah saran kepada semua pihak untuk selalu mengadakan pendekatan denganlembaga terkait untuk mengejar keterbelakangan umat dalam mengamalkan ajaranIslam adalah lurus dan benar, terutama bagi generasi muda yang punya perhatianbesar terhadap kemajuan agama Islam.
Copyrights © 2021