Remaja mudah terjerumus pada perilaku berisiko, seperti merokok, karena mereka tidak tahu banyak, mudah dipengaruhi, dan ingin mencoba hal-hal baru. Pada tahun 2018, proporsi merokok pada remaja berusia 10–14 tahun adalah 2,1%, dan mereka rata-rata menghisap 6–7 batang setiap hari. Dengan menggunakan konsep penelitian cross-sectional dari 406 siswa laki-laki SMP negeri di kelurahan Kebayoran Lama Utara, penelitian ini memberikan gambaran tentang perilaku merokok siswa SMP negeri. Besar sampel yang digunakan adalah 117 orang yang menjawab. Dalam penelitian ini, teknik quota sampling digunakan untuk pengambilan sampel. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi langsung oleh responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan tingkat keparahan merokok sedang (37,6%), dengan pengetahuan rendah (61,0%), sikap buruk (51,0%), dan pengaruh teman sebaya (73,0%). Peneliti mengatakan bahwa sekolah sangat perlu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah perilaku merokok. Mereka juga harus melakukan hal-hal dalam kehidupan nyata.
Copyrights © 2024