Prestasi belajar anak tunarungu sering kali lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki gangguan pendengaran, disebabkan oleh keterbatasan dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan secara verbal. Namun, dalam pelajaran nonverbal, anak tunarungu menunjukkan perkembangan yang sebanding dengan anak-anak normal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mendukung prestasi anak tunarungu di SLB Cinta Ananda, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kolaborasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui literatur ilmiah, wawancara, dan observasi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik antara orang tua dan guru memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan akademik dan sosial anak tunarungu. Guru berperan sebagai pendidik dan motivator di sekolah, sementara orang tua berfungsi sebagai pendukung utama di rumah. Dukungan ini mencakup pengawasan belajar, motivasi emosional, dan komunikasi yang intensif. Kolaborasi yang optimal antara orang tua dan guru sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung kebutuhan anak tunarungu. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi, pelatihan bahasa isyarat bagi guru, serta keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan prestasi anak tunarungu.
Copyrights © 2024