Artikel ini bertujuan untuk menganalisa terhadap perencanaan pembangunan jaringan Fiber To The Home (FTTH) di area OPD ring 1 kantor pemerintahan Kabupaten Gunungkidul. Hal ini dikarenakan saat ini masih menggunakan teknlogi point-to-point. Lingkup perencanaan pemasangan jaringan FTTH di OPD ring 1 kantor pemerintahan Kabupaten Gunungkidul terdiri dari satu OLT kemudian diteruskan ke ODC, kemudian jaringan diteruskan ke dua buah ODP, ODP 1 memiliki 9 buah ONT, sedangkan ODP 2 memiliki 1 buah ONT. Perbandingan penggunaan jaringan FTTH dan pont-to-point antara lain: (1) Pada jaringan FTTH kabel serat optik dari penyedia dibagi menggunakan splitter ke banyak pelanggan, sedangkan point-to-point kabel serat optik langsung dari penyedia layanan ke lokasi pelanggan. (2) Kinerja jaringan FTTH dipengaruhi oleh banyaknya pengguna karena bandwidth terbagi ke beberapa pengguna, sedangkan point-to-point kinerja lebih stabil karena tidak ada pembagian bandwidth ke pengguna lain. (3) Jaringan FTTH memerlukan lebih sedikit kabel serat optik dan lebih sedikit perangkat keras dibandingkan dengan point-to-point. (4) Jaringan FTTH rentan terhadap kegagalan jika splitter atau serat utama mengalami kerusakan, yang dapat mempengaruhi banyak pengguna sekaligus, sedangkan pada jaringan point-to-point hanya mempengaruhi satu pelanggan saja jika terjadi kerusakan pada serat utama. (5) Biaya implementasi dan perawatan jaringan FTTH lebih rendah dibandingkan dengan biaya implementasi dan perawatan jaringan point–to-point.
Copyrights © 2024