Pelaksanaan Dikmas Lantas di Kendal belum optimal karena terbatasnya personel, komunikasi yang kurang efektif, anggaran minim, metode konvensional, dan minimnya penggunaan bahan serta peralatan. Selain itu, pendekatan yang kurang menarik membuat pelajar tidak tertarik. Untuk mengatasi hal ini, Unit Kamsel Satlantas perlu menerapkan strategi yang memanfaatkan media sosial dan teknologi digital agar lebih interaktif. Kelemahan internal seperti motivasi rendah bisa diatasi dengan pelatihan, sementara perubahan sikap pelajar pasca-pandemi memerlukan pendekatan kreatif dan persuasif. Strategi ini akan membuat Dikmas Lantas lebih efektif dalam mencegah kecelakaan di kalangan pelajar.
Copyrights © 2024