Perbedaan penggunaan bahasa antara tokoh laki-laki dan perempuan dalam sebuah film merupakan representasi hubungan bahasa dan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahasa yang dikaitkan dengan gender dalam film drama religi Indonesia Ketika Cinta Bertasbih. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti yakni menggunakan salah satu jenis penelitian berupa jenis penelitian kualitatif. Sumber data didapat dari film drama religi “Ketika Cinta Bertasbih”. Data penelitian berupa karakteristik kebahasaan pada tuturan tokoh perempuan dan laki-laki dalam film drama religi “Ketika Cinta Bertasbih”, sedangkan sumber data berasal dari film yang dapat diakses pada tautan YouTube https://youtu.be/ggTyao5gcBM. Dan untuk pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Berdasarkan pemaparan analisis bahasa dan gender pada film drama religi “Ketika Cinta Bertasbih” maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Tokoh perempuan dalam film drama religi “Ketika Cinta Bertasbih” menggunakan karakteristik kebahasaan yang dikemukakan oleh Lakoff. Karakteristik kebahasaan yang ditemukan dalam film drama religi “Ketika Cinta Bertasbih” adalah tag question (persetujuan), question intonation (pola intonasi kalimat), super polite form (tuturan santun), emphatic stress, avoidance of strong swear words (menghina halus atau mengeluh), color words (banyak kosa kata), empty adjectives (cenderung menggunakan kata sifat). (2) Menurut penelitian, ciri-ciri tersebut tidak hanya perempuan yang menggunakan fitur tersebut, laki-laki dalam film drama religi “Ketika Cinta Bertasbih”juga menggunakan fitur atau karakteristik bahasa yang seharusnya hanya dipakai perempuan.
Copyrights © 2023