Permasalahan penelitian ini dilatarbelakangi adanya guru yang belum optimal dalam keterampilan bertanya. Akibat belum seutuhnya guru memahami dari komponen keterampilan bertanya, pembelajaran berlangsung masih didominasi oleh guru yang mengakibatkan siswa tidak aktif, oleh karena itu, guru harus memicu siswa dengan keterampilan bertanya agar pembelajaran di dalam kelas lebih optimal. Kurikulum Merdeka penyempurna kurikulum sebelumnya yang memberi warna baru dengan muncul mata pelajaran IPAS, pembelajaran IPAS memang dibutuhkan siswa di zaman sekarang, supaya senantiasa terbiasa dalam menyeimbangkan antara kegiatan menjaga dan memelihara alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya pada pembelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri 1 Parakansalak. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif model deskriptif metode studi kasus dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian guru kelas IV A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa data model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan guru sudah menerapkan keterampilan bertanya dasar dengan baik yaitu menerapkan semua indikator dan untuk keterampilan bertanya lanjut sudah diterapkan namun untuk indikator pertanyaan pelacak sedikit muncul karena guru menyesuaikan dengan materi yang ada di buku dan indikator peningkatan terjadinya interaksi juga sedikit muncul karena ketika guru mendorong siswa untuk bertanya sedangkan siswa enggan bertanya, yang menjadikan salah satu kendala pada pembelajaran IPAS berlangsung, sebab siswa malu dan kurang percaya diri dalam mengajukan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Saran bagi guru harus selalu melakukan evaluasi diri agar kekurang pada pembelajaran sebelumnya dapat tercapai pada pembelajaran selanjutnya.
Copyrights © 2023