Tradisi penerimaan siswa baru di banyak sekolah di Indonesia seringkali disalahgunakan sebagai sarana perpeloncoan yang melibatkan tindakan kekerasan fisik dan mental yang berujung pada senioritas di sekolah. Praktek ini juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses penerimaan siswa baru di SMA N 2 Batu Ampar. Akibatnya, budaya bullying sudah tertanam kuat di lingkungan sekolah dan sulit dihilangkan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana SMA N 2 Batu Ampar mentransformasikan pendidikan karakter dalam budaya sekolah guna mencegah perilaku bullying. Penelitian ini berfokus pada upaya yang dilakukan sekolah dalam mengubah budaya negatif menjadi budaya positif melalui pendidikan karakter menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, angket sederhana dan analisis dokumen sekolah. Hasilnya, SMA N 2 Batu Ampar mampu melaksanakan transformasi budaya sekolah dengan melakukan internalisasi karakter pendidikan sejak siswa baru masuk sekolah. Dalam transformasi ini peran guru, siswa juga sangat berpengaruh dalam melaksanakan proses belajar mengajar sehari-hari. Perubahan perilaku siswa pasca proses transformasi berdampak pada iklim sekolah secara keseluruhan.
Copyrights © 2024