Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara dampak penggunaan teknologi pembelajaran terhadap tingkat technostress guru di Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan melibatkan 147 guru sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner "Teachers' Techno-stress Levels Defining Scale (TTLDS)" merupakan kusioner yang dikembangkan oleh y. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25, menggunakan Uji Korelasi Spearman's rho untuk menentukan hubungan antara variabel. Dimana hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara penggunaan teknologi dalam pembelajaran dengan tingkat technostress, dengan koefisien korelasi sebesar 0.512 dan signifikansi 0.000 dengan taraf kepercayaan 5%. Semakin tinggi penggunaan teknologi, semakin tinggi pula tingkat technostress yang dialami guru. Untuk itu diperlukan strategi mitigasi seperti pelatihan, dukungan teknis, serta pengembangan modal psikologis untuk mengurangi technostress pada guru.
Copyrights © 2024