Burnout, dalam Bahasa Inggris artinya pemadaman. Menurut para ahli, burnout bias diartikan kelelahan, yaitu kehilangan kekuatan atau upaya. Kelelahan emosional dan sindrom desensitisasi, yang terjadi sebagai akibat dari bekerja dengan orang lain, adalah dua istilah yang biasanya digunakan untuk menggambarkan kelelahan. Jenis kelelahan fisik dan psikologis berbeda-beda. Kelelahan digital, yang meningkat di era informatif, adalah salah satu jenis kelelahan ini. Banyak para ahli percaya bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk perangkat digital, akan menyebabkan masalah fisik dan mental seperti stres, kelelahan, desensitisasi, kehilangan perhatian, dan gangguan fisik lainnya. Guru, di era digital sekarang ini juga sangat dituntut untuk mahir dan selalu menggunakan perangkat digital ini dalam semua aktifitasnya. Sehingga para guru diduga juga mungkin mengalami kelelahan fisik, emosional, dan mental, yang dapat berdampak negatif pada proses dan kinerja pengajaran yang mereka berikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kelelahan digital guru di SMKN 1 Sambas serta menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data diambil dengan menggunakan kuisioner yang disebar kepada seluruh guru di sekolah tersebut. Data yang diperoleh memperlihatkan ada pengaruh kelelahan digital terhadap variabel-variabel kinerja guru, seperti produktivitas, kreativitas, dan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi guru di SMKN 1 Sambas dalam menghadapi tuntutan era digital serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja guru.
Copyrights © 2024