Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Thematic approach and its effectiveness in improving learning outcomes, motivation, and critical thinking in natural and social sciences Tulus, Tulus; Aunurrahman, Aunurrahman; Halida, Halida; Dahlan, Hesti; Wigati, Ndaru; Mulya, Hadi
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol 4, No 2 (2024): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v4i2.475

Abstract

Background: Thematic learning is an effective strategy to address the demands of 21st-century education by integrating critical thinking, collaboration, and creativity through contextual learning environments.Aim: This study aims to evaluate the effectiveness of the thematic approach in improving students' learning outcomes, motivation, and critical thinking skills in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects at SMKN 1 Sukadana.Method: The research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. A total of 70 grade XI students were selected as the sample through purposive sampling, divided into experimental and control groups (35 students each). Data were collected using learning outcome tests, motivation questionnaires, and observation sheets. Descriptive and inferential statistical analyses, including t-tests, were conducted after normality and homogeneity tests.Results: The thematic approach significantly enhanced learning outcomes, motivation, and critical thinking skills. The experimental group achieved a 100 percent success rate, compared to 48.57 percent in the control group. Variance in individual responses highlighted differing adaptations to this method.Conclusion: The thematic approach is effective in improving student engagement, motivation, and interdisciplinary learning outcomes, particularly in vocational education. These findings support its implementation as a cross-disciplinary teaching method and provide insights for educational policy development.
Tingkat Kelelahan Teknologi dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Guru SMKN 1 Sambas Dahlan, Hesti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 1, No 01 (2024): Seminar Nasional Pendidikan (SNP) Tahun 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v1i01.87307

Abstract

Burnout, dalam Bahasa Inggris artinya pemadaman. Menurut para ahli, burnout bias diartikan kelelahan, yaitu kehilangan kekuatan atau upaya. Kelelahan emosional dan sindrom desensitisasi, yang terjadi sebagai akibat dari bekerja dengan orang lain, adalah dua istilah yang biasanya digunakan untuk menggambarkan kelelahan. Jenis kelelahan fisik dan psikologis berbeda-beda. Kelelahan digital, yang meningkat di era informatif, adalah salah satu jenis kelelahan ini. Banyak para ahli percaya bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk perangkat digital, akan menyebabkan masalah fisik dan mental seperti stres, kelelahan, desensitisasi, kehilangan perhatian, dan gangguan fisik lainnya. Guru, di era digital sekarang ini juga sangat dituntut untuk mahir dan selalu menggunakan perangkat digital ini dalam semua aktifitasnya. Sehingga para guru diduga juga mungkin mengalami kelelahan fisik, emosional, dan mental, yang dapat berdampak negatif pada proses dan kinerja pengajaran yang mereka berikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kelelahan digital guru di SMKN 1 Sambas serta menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data diambil dengan menggunakan kuisioner yang disebar kepada seluruh guru di sekolah tersebut. Data yang diperoleh memperlihatkan ada pengaruh kelelahan digital terhadap variabel-variabel kinerja guru, seperti produktivitas, kreativitas, dan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi guru di SMKN 1 Sambas dalam menghadapi tuntutan era digital serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja guru.