Tujuan penelitian melihat penerapan pelaksanaan filial therapy yang dapat meregulasi emosi dan berempati anak korban KDRT dan perceraian orang tua dalam melakukkan pendampingan. Peneliti mnerapkan filial therapy dengan melakukan pendampingan kepada anak korban kekerasan untuk menghilangkan trauma yang dialaminya. Jenis penelitian ini menggunakan design eksperimen satu grup pretest-posttest dan teknik pengambilan sampel purposive dengan kriteria; yakni anak adalah korban KDRT yang tinggal di Surabaya kemudian sanggup ikut terapi filial. Hasil studi membuktikan bahwa ada nilai signifikan sebesar 0,000. Maka membuktikan bahwa Terapi Filial ada peningkatan pada penguasaan dalam meregulasi emosi dan empati anak korban KDRT dan Perceraian Orangtua. Sehabis memperoleh Filial Therapy, setengah anak korban bisa meregulasi emosi mereka dan semakin santai saat menangani dan menghadapi permasalahan, yang membuktikan jika subjek dapat mengontrol emosi mereka dan berempati dengan orang lain saat menghadapi masalah setiap harinya.
Copyrights © 2024