Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana wacana girl power sebagai bagian dari feminisme gelombang ketiga direpresentasikan dalam film animasi Barbie: Thumbelina (2009) produksi Mattel yang merupakan adaptasi dari cerita klasik “Thumbelina” (1835) karya Hans Christian Andersen. Untuk mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori adaptasi dari Linda Hutcheon (2006) yang dipadukan dengan konsep girl power dalam konteks feminisme gelombang ketiga. Teori adaptasi Linda Hutcheon (2006) digunakan untuk menganalisis transformasi tekstual pada penokohan Thumbelina dan narasi penceritaan. Kemudian, analisis ideologis dilakukan dengan menggunakan konsep girl power dalam konteks feminisme gelombang ketiga. Dari kajian ini disimpulkan bahwa film animasi Barbie: Thumbelina (2009) produksi Mattel menunjukkan subjektivitas perempuan dengan menempatkan Thumbelina sebagai subjek aktif yang mampu memimpin, bertindak, dan menyelesaikan masalah tanpa ketergantungan pada pihak lain. Hal tersebut mencerminkan nilai-nilai pemberdayaan perempuan yang menjadi inti dari konsep girl power, seperti kemandirian, ekspresi diri, dan keberagaman.
Copyrights © 2025