Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran ayam geprek "Super Chicken" di Provinsi Lampung menggunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi bisnis. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas produk, lokasi strategis, dan kesadaran merek merupakan kekuatan utama, sementara kelemahan meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya inovasi menu. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah tren makanan sehat dan penggunaan media sosial, namun persaingan ketat dan fluktuasi harga bahan baku menjadi ancaman signifikan. Dengan strategi inovatif, seperti pengembangan menu baru dan optimalisasi platform digital, diharapkan "Super Chicken" dapat meningkatkan daya saing dan mempertahankan eksistensinya di pasar kuliner.
Copyrights © 2024