Pengendalian biaya dalam proyek konstruksi sangat penting untuk memastikan keberlangsungan proyek. Dalam proyek konstruksi, memilih bahan dan metode yang sesuai dapat membantu dalam efisiensi biaya selama pelaksanaannya. Pemilihan material dan metode alternatif tidak otomatis mengurangi fungsi atau kualitas proyek. Oleh karena itu, analisis biaya proyek diperlukan untuk mengawasi aspek – aspek tersebut. Metode yang digunakan untuk mengoptimalkan biaya dalam suatu proyek konstruksi adalah dengan menerapkan value engineering. value engineering merupakan upaya yang sistematis dan terorganisir untuk mencapai fungsi yang diinginkan dengan biaya paling ekonomis tanpa mengorbankan kualitas atau kinerja. Dengan menerapkan value engineering pada 3 item pekerjaan arsitektur pada proyek pembangunan SDN 2 Panjer dengan mengubah desain eksisting dengan alternatif desain baru, mendapat penghematan biaya pada pekerjaan penutup atap sebesar Rp 21.862.305,86 atau 11,16% dari biaya pekerjaan desain eksisting, pekerjaan plafon sebesar Rp 1.228.792,01 atau 1,42% dari biaya pekerjaan desain eksisting, pekerjaan lantai dan dinding keramik sebesar Rp 9.835.732,08 atau 7,65% dari biaya pekerjaan desain eksisting, penghematan tersebut berdasarkan pada analisis Life Cycle Cost. Pengendalian biaya dalam proyek konstruksi sangat penting untuk memastikan keberlangsungan proyek. Dalam proyek konstruksi, memilih bahan dan metode yang sesuai dapat membantu dalam efisiensi biaya selama pelaksanaannya. Pemilihan material dan metode alternatif tidak otomatis mengurangi fungsi atau kualitas proyek. Oleh karena itu, analisis biaya proyek diperlukan untuk mengawasi aspek – aspek tersebut. Metode yang digunakan untuk mengoptimalkan biaya dalam suatu proyek konstruksi adalah dengan menerapkan value engineering. value engineering merupakan upaya yang sistematis dan terorganisir untuk mencapai fungsi yang diinginkan dengan biaya paling ekonomis tanpa mengorbankan kualitas atau kinerja. Dengan menerapkan value engineering pada 3 item pekerjaan arsitektur pada proyek pembangunan SDN 2 Panjer dengan mengubah desain eksisting dengan alternatif desain baru, mendapat penghematan biaya pada pekerjaan penutup atap sebesar Rp 21.862.305,86 atau 11,16% dari biaya pekerjaan desain eksisting, pekerjaan plafon sebesar Rp 1.228.792,01 atau 1,42% dari biaya pekerjaan desain eksisting, pekerjaan lantai dan dinding keramik sebesar Rp 9.835.732,08 atau 7,65% dari biaya pekerjaan desain eksisting, penghematan tersebut berdasarkan pada analisis Life Cycle Cost.
Copyrights © 2024