Kesulitan belajar membaca permulaan terjadi pada anak yang duduk di kelas awal Sekolah Dasar. Peserta didik mulai diperkenalkan huruf, kata hingga kalimat sederhana. Adapun anak yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan cenderung menunjukkan perilaku yang tidak wajar seperti perasaan tidak aman dengan ditandai perilaku menolak untuk membaca, menangis, atau mencoba melawan guru. Kemudian pada saat membaca anak sering kehilangan jejak, sehingga sering melakukan pengulangan atau juga ada baris yang terlawat tidak terbaca dan lain sebaginya. Untuk dapat mengatasi hal tersebut hendaknya dilakukan penanganan sedini mungkin dengan mengidentifikasi anak terlebih dahulu dengan melalui instrumen kesulitan belajar membaca permulaan. Sehingga dengan demikian peserta didik dapat dilakukan penanganan untuk kemudian guru dapat mengetahui dan mampu menerapkan metode belajar yang lebih efektif sesuai dengan karakteristik anak.Kata kunci: Identifikasi, Kesulitan-belajar-membaca  Â
Copyrights © 2014