AL-QUR'AN DI ERA KEKINIAN: RELASI ANTARA TEKS DAN REALITAS(Tafsir Al-Qur'an Indonesia Menjawab Tantangan Zaman)Nihayatur RohmahJurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) NgawiAbstrakIndonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam dengan kitab suci al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Dengan demikian, seyogyanya ada upaya untuk menjadikan kitab suci ini agar lekat dan dekat di hati masyarakat muslim dan agar al-Qur’an ini tidak lagi menjadi kitab sakral yang tidak tersentuh sama sekali oleh umatnya. Tafsir al-Qur’an seharusnya berfungsi sebagai alat penggugah kesadaran manusia agar menjadikan al-Qur’an sebagai sumber hidayah. Dalam upaya mengembalikan al-Qur’an sebagai hudan li al-nass, mufassir kontemporer tidak lagi memahami kitab suci sebagai wahyu yang â€mati†seperti yang dipahami oleh ulama tradisional, melainkan sebagai sesuatu yang â€hidupâ€. Al-Qur’an dipahami sebagai kitab suci yang kemunculannya tidak bisa dilepaskan dari konteks kesejarahan umat manusia. Al-Qur’an tidak diwahyukan dalam ruang dan waktu yang hampa-budaya, melainkan hadir pada zaman dan ruang yang sarat budaya.Kata-kata kunci: Tafsir, teks, konteks
Copyrights © 2013