Mengurangi terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi, pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang penerapan K3. Diharapkan dengan menjalankan peraturan tersebut secara komprehensif kecelakaan kerja dapat dicegah. Proyek yang diteliti adalah bangunan jetty pada Proyek Penanganan Muara Sungai Cidurian, Kabupaten Serang. Kondisi aktual pelaksanaan belum sesuai dengan standar SMK3 sehingga ada sanksi berupa surat teguran dari pihak pengguna jasa dan konsultan supervisi kepada pihak penyedia jasa. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), yang merupakan pengembangan dari AHP dengan tingkat akurasi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan bobot implementasi SMK3, di mana bobot terendah dianalisis menggunakan fishbone diagram untuk mengidentifikasi masalah dan rekomendasi berdasarkan wawancara dengan pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat tertinggi implementasi SMK3 adalah pada Komitmen Manajemen dan Safety Planning, masing-masing dengan bobot 17,6%. Bobot terendah terdapat pada Behavioural Safety dengan nilai 7%, yang disebabkan oleh kesulitan komunikasi, kesehatan pekerja yang buruk, dan regulasi K3 yang sulit dipahami. Adapun solusi yang diterapkan antara lain membuat ruang diskusi komunikasi, pemeriksaan rutin serta tunjangan kesehatan pekerja dan membuat peraturan K3 yang mudah dipahami.
Copyrights © 2024