The phrase “we are useless servants” often causes confusion: does this suggest that our service has no meaning or value? In this era, where the success of a servant of God is often measured by awards, recognition, or large profits, the concept of a "useless servant" is the opposite. Humans generally want to be recognized for the efforts and sacrifices they make. This research uses a qualitative descriptive method, namely by observing a problem regarding the character of God's servants today and conducting a study of literature, articles, ebooks that are relevant to the topic, as well as using an exegetical study of the Biblical text. Based on the results of research conducted on the meaning of the text, it shows that the teachings about the principles of humility and selfless devotion in service, serving sincerely and with pure motivation. We are called to serve without seeking praise, appreciation, or recognition from others. A true servant of God is faithful in carrying out the responsibilities and services entrusted to him starting from the smallest things. Abstrak: Ungkapan "kami adalah hamba yang tidak berguna" sering kali menimbulkan kebingungan: apakah ini menunjukkan bahwa pelayanan kita tidak memiliki makna atau nilai? Di era ini, kerap kali keberhasilan pelayanan seorang hamba Tuhan diukur dengan penghargaan, pengakuan, atau keuntungan yang besar, konsep "hamba yang tidak berguna" bertolak belakang. Manusia umumnya ingin diakui atas usaha dan pengorbanan yang dilakukannya. Penelitian yang digunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan melakukan observasi terhadap permasalahan mengenai karakter hamba Tuhan di masa kini dan melakukan kajian literatur, artikel, ebook yang relevan dengan topik, serta menggunakan studi eksegesis teks Alkitab. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap makna teks tersebut menunjukkan bahwa ajaran tentang prinsip kerendahan hati dan pengabdian tanpa pamrih dalam pelayanan, melayani dengan tulus serta motivasi yang murni. Kita dipanggil untuk melayani tanpa mencari pujian, penghargaan, atau pengakuan dari orang lain. Hamba Tuhan yang sejati adalah setia menjalankan tanggung jawab dan pelayanan yang dipercayakan mulai dari hal-hal terkecil.Kata Kunci: Hamba, Melayani, Kerendahan Hati, Lukas 17:7-10
Copyrights © 2024