Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi framing yang diterapkan oleh Aqua dalam merespons isu pro-Zionis yang berpotensi merusak citra merek dan reputasi perusahaan. Isu ini muncul setelah perusahaan induk Aqua, Danone, dikaitkan dengan dukungan terhadap Israel melalui investasinya di Wilk Technologies, sebuah perusahaan asal Israel. Meskipun Danone menegaskan bahwa investasi tersebut bersifat bisnis, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyerukan boikot terhadap produk yang mendukung Israel memperburuk situasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing untuk menggali bagaimana Aqua membingkai pesan komunikasi yang relevan, memilih diksi, dan menyampaikan narasi untuk mempengaruhi persepsi publik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pernyataan pers, artikel, dan publikasi media terkait. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang efektivitas strategi komunikasi Aqua dalam menghadapi krisis reputasi serta memberikan referensi bagi perusahaan dalam merespons isu sensitif yang berpotensi merugikan citra merek. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu memperkuat pemahaman tentang pentingnya komunikasi krisis dalam dunia bisnis, terutama di era digital yang penuh tantangan.
Copyrights © 0000